Blitar – Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar bertekad sukseskan Kurikulum 13. Mengingat dalam implementasi Kurikulum 2013 tersebut targetnya yang pertama adalah perubahan pendidikan karakter yang terintegrasi di sekolah, baik intrakurikuler, ekstrakurikuler, maupun kokurikuler. Kemudian pemerintah menargetkan terjadi perubahan budaya literasi di sekolah. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Drs. Budi Kusumardjoko, M.Pd saat menerima apel pagi SKJ di Halaman Sekretariat Daerah Kabupaten Blitar,Jumat, 5 Oktober 2018.

Ditegaskannya, penguatan Pendidikan Karakter (PPK) diantaranya bertujuan untuk melatih siswa berpikir kritis, kreatif, komunikatif, dan mampu berkolaborasi. Nilai utama dari PPK ini adalah religius, nasionalis, mandiri, gotong royong, dan integritas. Dari sisi sikap, anak diharapkan memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia. Dari segi pengetahuan diharapkan memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif dalam ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab serta dampak fenomena dan kejadian. Dan dari sisi keterampilan, harus memiliki kemampuan berpikir dan bertindak yang efektif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sebagai pengembangan dari yang dipelajari di sekolah secara mandiri. Dengan pendidikan penguatan karakter ini diharapkan dapat menghadirkan generasi muda yang berdaya saing dan berkarakter positif.

Sementara itu terkait budaya literasi, 30 menit sebelum pelajaran dimulai, siswa diharapkan membaca. Kesuksesan budaya baca di sekolah terletak pada inisiatif pemda dan sekolah. Sehingga memunculkan kreativitas yang berbeda-beda dari para siswa.

Untuk diketahui, sebanyak 19 kabupaten/kota menerima Anugerah Literasi Prioritas atas prestasi mereka menjalankan program kreatif dan inovatif dalam bidang literasi pada Tahun 2017 lalu.  Beberapa dari kabupaten/kota tersebut bahkan telah mendeklarasikan diri sebagai kabupaten/kota literasi. Program unggulan mereka antara lain menganggarkan APBD dan membuat Peraturan Bupati/Wali Kota serta Surat Edaran Dinas Pendidikan yang mendukung penerapan literasi sekolah. Ke-19 kabupaten/kota itu diantaranya adalah  Kabupaten Blitar . Pemerintah Kabupaten Blitar mendukung program pemerintah pusat yakni Gerakan Literasi Sekolah (GLS). Kemampuan membaca menciptakan pemikiran yang kritis. Dan ini menjadi kunci bagi pendidikan yang lebih baik.(Humas)