BLITAR KAB – Penyebaran infeksi yang terjadi dari hewan ke manusia atau sebaliknya yang dikenal dengan istilah penyakit zoonosis merupakan penyakit yang saat ini menjadi perhatian khusus oleh pemerintah Kabupaten Blitar. Untuk itu, Pemkab Blitar melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar mengadakan pertemuan koordinasi kewaspadaan penyakit zoonosis, Selasa (02/07/2019) di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar Krisna Yekti dan narasumber dari Rumah Sakit Ngudi Waluyo, dr. Hesti Purwanti, Sp. PD dan drh. Wasis Gunawan dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar. Pembahasan zoonosis termasuk pada penyakit leptospirosis, rabies, antraks, pes, brucellosis dan flu burung yang disebabkan dari beberapa hewan termasuk tikus, anjing, sapi, ayam hingga serangga. Pembahasan tersebut disampaikan oleh kedua narasumber tersebut kepada beberapa OPD terkait. Zoonosis dapat menyebar dengan luas dan cepat hingga sampai pada tahap Kejadian Luar Biasa (KLB) dan bisa menyebabkan kematian. Krisna Yekti dalam sambutannya menyampaikan jika hanya dilakukan Dinkes dalam memberantas penyakit tersebut tidak akan tuntas. Untuk itu, pihaknya mengatakan butuh adanya kerja sama dengan lintas sektor termasuk beberapa OPD lain seperti dinas pertanian,  peternakan,  pendidikan dan lain sebagainya. Tahap selanjutnya akan diadakan sosialisasi ke Rumah Sakit,  Puskesmas hingga Polindes untuk membantu mendidik masyarakat gejala-gejala seperti apa yang diakibatkan penyakit zoonosis. Dalam kesempatan tersebut Krisna Yekni juga mengatakan kejadian zoonosis yang ada di Kabupaten Blitar belum tuntas sudah menyusul Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A. Diinformasikan, sebanyak 16 anak di Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin terjangkit penyakit hepatitis A. Namun, Dinkes Kabupaten Blitar dengan kesiap siagaan dalam menangani penyakit tersebut dengan cepat sehingga tidak sampai menyebar dengan luas. Krisna Yekti mengungkapkan terjadinya hepatitis A yang terjadi pada santri Mamba’us Sholihin tersebut penularannya melalui air, udara, hingga makanan seperti bergantian alat makan dan alat mandi. Tidak hanya di Kabupaten Blitar, yang sedang viral saat ini  penyakit hepatitis di daerah Pacitan sudah mencapai ribuan orang hingga merabah ke daerah Trenggalek. Harapannya keberhasilan pencegahan, mendeteksi dan merespon sebagian besar ditentukan oleh sinergitas bersama dari berbagai lintas sektor dan seluruh masyarakat terhadap penyakit zoonosis maupun penyakit lainnya.