BLITAR- Pemerintah Kabupaten Blitar melalui instansi terkait mengikuti Focus Group Discussion (FGD) untuk Penilaian indeks Kapasitas/Ketahanan Daerah yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana daerah Provinsi Jawa Timur di Hotel Aria Gajayana Malang, Kamis (7/11/2019).

Adapun instansi dari Pemerintah Kabupaten Blitar yang
mengikutinya adalah BPBD, Kodim, Polres, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan,
Dinas PUPR, Bagian Hukum, Sekretariat DPRD Kabupaten Blitar, Dinas pertanian,
Dinas Pendidikan, Dinas Perkim, dan Dinas Kominfo. Acara dibuka oleh Kasi
Pencegahan Dadang Iqwandy mewakili Kepala pelaksana BPBD Provinsi Jawa Timur
dan dilaksanakan selama empat hari.

Di hari pertama, Rabu (6/11/2019) Dadang menjelaskan bahwa Provinsi
Jawa Timur merupakan daerah dengan dengan tingkat bencana “kelas resiko tinggi”
dimana hampir semua potensi bencana ada di Jawa Timur, seperti gempa bumi,
tsunami, banjir, tanah longsor, kekeringan dan potensi bencana lainnya. Dia mengatakan
bahwa dari sekitar 8500 Desa atau Kelurahan di Jawa Timur, sepertiganya masuk
kategori kelas resiko tinggi. Untuk itu diperlukan kajian resiko bencana yang
matang yang dilakukan oleh jajaran instansi yang berkaitan.

Salah satu dari kajian resiko bencana adalah pendekatan
dengan Indeks Resiko Bencana yang dihitung dari berbagai komponen yaitu bahaya,
kerentanan dan kapasitas. Indeks Resiko Bencana saat ini telah menjadi
Indikator Kinerja Utama (IKU) dalam penyelenggaraan pembangunan daerah jawa
timur. IRB bermanfaat dalam memberikan informasi tingkat resiko bencana di
suatu wilayah. Diharapkan BPBD di masing masing kab kota bisa melakukan
pengukuran IRB setiap tahun agar dapat mengurangi tingkat resiko bencana yang
terjadi.

Untuk hari kedua, Kamis (7/11/2019) acara dibuka oleh Joko
Supriyanto , Fasilitator dari Direktorat Pengurangan Risiko Bencana BNPB yang
memaparkan tentang Penilaian Kapasitas – Pengukuran indeks ketahanan daerah
untuk kajian resiko bencana. Adapun penilaian indeks kapasitas yang diisi
terdiri dari tujuh prioritas yang didalamnya terdiri dari berbagai indikator,
dengan total 284 pertanyaan kunci yang harus dijawab untuk mendapatkan indeks
ketahanan daerah.

Seluruh pertanyaan dikerjakan oleh instansi yang
hadir secara berkelompok (FGD). Hasilnya selain memperoleh IRB, juga akan
didapatkan rekomendasi untuk memperkuat kapasitas/ketahanan daerah di daerah
masing-masing. Rekomendasi tersebut juga bisa dijadikan dasar sebagai
penyusunan program untuk Kabupaten Blitar lebih baik dan tanggap bencana.