BLITAR KAB – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dindamade) Kabupaten Blitar menggelar Rapat Koordinasi Peningkatan Kapasitas dan Pengukuran Indeks Perkembangan Kawasan Perdesaan, Rabu (11/12/2019) dan Kamis (12/12/2019), di ruang Perdana, kantor Pemkab lama.

Kepala Dindamade Drs. Mujianto mengatakan, rapat koordinasi ini membahas terkait perwujudan pembentukan empat kawasan perdesaan di Kabupaten Blitar. Empat kawasan perdesaan itu berada di kecamatan Ponggok, kecamatan Nglegok, kecamatan Wlingi dan kecamatan Kesamben.

Upaya itu, telah dimulai melalui pembentukan Peraturan Bupati, kajian akademis, pembentukan BUMDesma, hingga sinkronisasi dengan OPD terkait. “Harapannya dengan adanya kawasan perdesaan bisa membuka lapangan pekerjaan, menambah PAD sesuai dengan potensi yang ada karena judul kawasan ini selalu sejalan dengan potensi yanga ada di desa-desa yang ada di kawasan tersebut,” jelas Mujianto.

Menurutnya, pembentukan kawasan perdesaan mewujudkan misi keenam Bupati dan Wakil Bupati Blitar untuk menguatkan kapasitas masyarakat desa.

Apalagi kondisi saat ini dana desa juga mengalami penambahan dan prioritas penggunaan dana desa. Selain optimalisasi dana desa, Mujianto menyebut peran Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma) dalam memberdayakan masyarakat juga memiliki peran yang cukup besar. Sebab, kompetensi masyarakat makin produktif dan bernilai ekonomis. “BUMDesma di Nglegok ada tujuh desa, yang tergabung menjadi satu BUMDes yaitu BUMDesma kawasan. Kemudian di Ponggok ada tiga desa juga membangun BUMDesma, Wlingi ada 4 dan Kesamben ada 3 desa. Nanti keempat kecamatan ini bisa eksis, ini kita tingkatkan kapasitas kelembagaannya, setelah itu baru di wilayah selatan daerah pesisir jadi kawasan wisata,” ungkapnya.