BLITAR KAB – Pandemi Covid-19 tidak menyurutkan semangat Endang Setyaningsih untuk terus berkarya, Guru SDN Pagerwojo 03 ini juga merupakan Peneliti Pendidikan Dasar yang telah menorehkan banyak prestasi.

Hasil karya bukunya dimasa Pandemi Covid-19 ini ada tiga, salah satunya berjudul “Ijasah Berstempel Covid Nineteen” yakni mengulas reportase pembelajaran daring bersama 15 siswanya. Total karya bukunya sebelum Pandemi Covid-19 hingga sekarang telah terbit 9 buku dan 3 Jurnal Nasional dan Internasional.

Sifat keingintahuannya yang tinggi, Endang juga pernah menyasar ke Jurnal Internasional hingga meraih 2nd Best Oral Presenter dalam Educational and Science International Conference (ESIC) Tahun 2019 di Mulawarman University Kalimantan Timur.

Wanita kelahiran Blitar 11 Februari 1980 ini sangat suka membaca buku dan aktif menulis, hal ini lah yang membuat Endang dipercaya sebagai Tim Penulis Local Content Kabupaten Blitar dibawah bimbingan Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Blitar Tahun 2019 hingga Sekarang.

Tidak hanya itu, Endang juga dipercaya menjadi Reviewer Internal Proceeding The 2nd Educational and Sciences International Conference Mulawarman University pada tahun 2020.

Siapa sangka, guru yang menempuh pendidikan di Universitas Negeri Malang ini juga pernah meraih juara 1 Lomba Guru Berprestasi Kabupaten Blitar Tahun 2017 dan masuk 10 besar Lomba Guru Berprestasi dan Berdedikasi Sekolah Dasar Propinsi Jawa Timur Tahun 2018.

Semangat inilah yang membawanya lolos dalam seleksi Calon Kepala Sekolah Dasar melalui jalur prestasi pada surat Pemberitahuan Hasil Seleksi oleh Kepala Dinas Kabupaten Blitar No 800/2098/409.101.5/2020 tanggal 16 Maret 2020 dan surat LPPKS nomor 0864/B6.13/PP/2020 Tanggal 26 Pebruari 2020.

Berkat performa luar biasa dalam mengajar dan belajar, Endang juga terpilih sebagai Trainer Microsoft Innovative Educator Experts (MIEE) 2020. Ia mengajarkan anak didiknya untuk mengembangkan soal-soal hots dengan mengambil reportase dari media nasional maupun internasional. Harapannya di abad 21 ini proses belajar dapat sukses menghadapi era digital.