Blitar – Meningkatkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui reformasi birokrasi, serta pelayanan publik berbasis teknologi informasi, merupakan misi ke empat yang menjadi pedoman dalam menterjemahkan  Visi  Kabupaten  Blitar  2016-2021  yakni  Menuju  Kabupaten  Blitar  yang  lebih Sejahtera, Maju dan Berdaya Saing. Terkait hal itu, berbagai terobosan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten    Blitar    diantaranya dengan menggandeng KPK  dalam mengawal penyelenggaraan pemerintahan, serta keikutsertaan Kabupaten Blitar dalam Gerakan Menuju 100 Smart City yang diprakarsai oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Hal ini mengemuka dalam kegiatan Bimbingan Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City Tahap IV di Ruang Perdana, Selasa, 30 Oktober2018.

Bupati  Blitar, Drs. H.Rijanto, MM dalam sambutannya menyampaikan, Program Gerakan Menuju 100 Smart City pada prinsipnya mendorong kolaborasi  sinergis  antara  lembaga  pemerintah daerah dan swasta, dalam mewujudkan Kabupaten Blitar menjadi Kota Pintar. Melalui gerakan ini, Pemerintah Kabupaten Blitar telah mendapatkan bimbingan dari tim ahli yang dibentuk oleh Pemerintah Pusat. Tujuan pengembangan Kota Pintar tersebut adalah untuk memberikan kecepatan, efisiensi dan kenyamanan pelayanan publik, pengelolaan kota yang baik, kelayakan lingkungan tempat tinggal, “kepintaran” infrastruktur, serta keamanan jaringan dalam jangka panjang, dengan tetap menyesuaikan potensi dan kearifan lokal.

Orang nomor  satu  di Kabupaten  Blitar ini juga  menyampaikan,  Bimbingan  Teknis Gerakan Menuju 100 Smart City Pemerintah Kabupaten Blitar Tahap ke – IV atau tahap terakhir dari rangkaian Bimtek . Berdasarkan hasil Bimbingan Teknis Tahap I, Tahap II,   dan Tahap III telah disepakati dan didapatkan 3 Quick Win Smart City Kabupaten Blitar, yaitu;

  1. E-Health, melalui layanan kesehatan yang mendekatkan masyarakat dengan Puskemas, Rumah Sakit, dan BPJS. Melalui layanan ini, masyarakat bisa melakukan pendaftaran, melakukan pengecekan ketersediaan kamar, dokter, dan layanan kesehatan lainnya dengan melalui aplikasi berbasis online;
  2. 999 UKM GO ONLINE, melalui acara Kumpul UKM. Pada acara tersebut akan diadakan bazar produk  UKM,  klinik  UKM  (packaging,  branding, dsb.),  fasilitasi  HAKI  dan  perizinan  UKM, pelatihan dan kerjasama dengan Google, Facebook, Bukalapak, Tokopedia, Blibli, Lazada, dan Grab/GoJek/OKjek, hiburan rakyat, fashion show dan lain sebagainya;
  3. Lingkungan Hidup, melalui “Gerakan Bangga Menanam”. Gerakan ini dilakukan melalui sarasehan- sarasehan komunitas lingkungan hidup, edukasi, motivasi, dan ajakan kepada masyarakat melalui media  milenial  (media social, video, youtube, dan  lain-lain)  agar  masyarakat gemar  menanam, penggunaan Aplikasi Smart Map untuk memetakan dan mengunggah hasil penanaman pohon di Kabupaten Blitar;

Bupati Blitar menegaskan, sebagai bentuk komitmen Kepala Daerah dalam merealisasikan Smart City di Kabupaten Blitar, yang harus dilakukan antara lain; menciptakan Integritas, Sinkronisasi dan Sinergi Perencanaan Pengembangan Smart City; Menyediakan landasan materi dan implementasi praktis rencana pengembangan daerah berdasarkan konsep smart city; serta mendorong proses pengembangan Smart City Kabupaten Blitar yang efektif, efisien, inklusif dan partisipatif. Harapannya, Gerakan Menuju 100 Smart City di Kabupaten Blitar, Quick Win yang telah disepakati segera dieksekusi bersama. Ini sebagai langkah konkrit pelaksanaan smart city di Kabupaten Blitar, agar cita-cita peningkatan kualitas hidup masyarakat yang semakin sejahtera, maju dan berdaya saing dapat segera terwujud. (Humas)