KABUPATEN BLITAR SIAPKAN SDM PENGELOLA PBB

diklat-PBB-300x200

Tahun 2014, pemerintah pusat akan melimpahkan kewenangan pengelolaan PBB P2 ke daerah. Pemerintah daerahpun mutlak memerlukan infrastruktur pendukung seperti sistem teknologi informasi dan sarana administrasi, termasuk Sumber Daya Manusia. Untuk itu, Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Blitar menggelar diklat Pajak Bumi dan Bangunan .Tujuannya, menciptakan SDM yang handal dan berkompeten dalam pelaksanaan pengelolaan PBB. Demikian disampaikan Totok Subihandono, Kepala BKD Kabupaten Blitar dalam laporannya saat acara pembukaan Diklat PBB Tahun 2013 di LEC, Selasa (2/7).
Diklat yang akan berlangsung dari 2 sampai 5 Juli 2013 bertempat di LEC Pojok Garum tersebut diikuti sekitar 80 peserta dari bebrapa SKPD, kecamatan dan desa/kelurahan. Tenaga pengajar kegiatan itu dari Dinas Pendapatan kabupaten Blitar, Bagian Keuangan Wilayah Malang, Badan Diklat Provinsi Jawa Timur.
Sementara itu, Kepala Bidang Teknis Badan Diklat Provinsi Jawa Timur, Drs. Slamet Supriyono, M.Si mengungkapkan, kewenangan pemungutan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan selama ini berada di Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak). Berdasarkan UU Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, kewenangannya akan dilimpahkan ke pemerintah daerah (pemda) paling lambat 31 Desember 2013. Hal ini merupakan salah satu bentuk desentralisasi keuangan, turunan dari otonomi daerah.Untuk itu, dia meminta para peserta berkomitmen, apresiatif sehingga kelak pungutan pajak dan peneglolaannya di Kabupaten Blitar bisa maksimal.
Hal senada juga diungkapkan Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Palal Ali Santoso. Ditegaskannya, para peserta diklat harus bisa mengikuti seluruh materi diklat dengan serius. Pengelolaan administrasi juga harus tertata. Mengingat, bagian integral dari system administrasi pemrintahan daerah pernana para pelaksana dilapangan sangat penting. Karena kelancaran dari proses pendataan, penarikan dan penilaian pajak diantaranya ditopang oleh bagusnya pengelolaan administrasi. Sekretaris Daerah juga optimis, setelah mengikuti diklat para peserta bisa memantapkan kemampuan sehingga akan menjadi aparatur pemrintah yang berdedikasi tinggi, berjiwa besar, berpikir positif serta profesional. (humas)