Blitar – Sebagai Langkah Antisipasi BPBD Kabupaten Blitar, Rabu 5 Pebruari 2014 melakukan rapat koordinasi bersama camat dan kepala desa yang masuk daerah rawana bencana Gunung Kelud. Keterangan ini diungkapkan Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Heru Irawan. Menurut Heru, rapat koordinasi siang itu diantaranya melakukan validasi lokasi evakuasi dan data penduduk yang terdampak bencana Gunung Kelud. Validasi tersebut diperlukan sebagai dasar untuk melakukan tanggap darurat jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Untuk data warga terdampak, jika sebelumnya sekitar 23 ribu menjadi 25 ribuan warga, sedangkan untuk lokasinya tersebar di 11 desa yang masuk wilayah Kecamatan Ponggok, Nglegok, Garum, dan Gandusari. Dikonfirmasi usai mengikuti rapat koordinasi, Camat Nglegok, Muslih Hadi Wibowo mengatakan, untuk penanganan pra-bencana ini telah dilakukan bersama dengan Pamswakarsa dan kampung siaga bencana di Desa Sumberasri, Penataran, dan Modangan dengan melakuakn sosialisasi kepada warga. Tujuannya adalah agar warga tetap tenang menghadapi situasi status Gunung Kelud yang mengalami kenaikan dari aktif-normal (level 1) menjadi waspada (level 2). Kecamatan Nglegok juga terus memberikan informasi melalui jalur resmi mengenai perkembangan status Kelud yang valid pada masyarakat seperti melalui Kepala Desa. Berdasarkan data di POS BPBD Kabupaten Blitar, hingga Rabu 5 Februari 2014, status Gunung Kelud waspada (level 2). Cuaca mendung berkabut, angin sedang, suhu udara 20-24 derajat celcius, kelembapan 86%, kabut hujan 30,5 mm, kegempaan 13 Vulkanik dalam, 18 gempa vulkanik dangkal serta 3 tektonik jauh. Jika dibandingkan dengan sebelumnya, meksipun status Gunung Kerlud waspada, namun aktivitasnya sedikit menurun jika dibandingkan. (IR-Dishubkominfo)