Sekretariat PPID : Jl. Raya Dandong No. 53 Srengat Blitar Telpon (0342) 555955

Bupati Blitar Minta Tingkatkan Kualitas dan Kauntitas

Posted by admin on 25 April 2014  |  

SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR
BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL
Jl. Sudanco Supriyadi  No. 17 Telp. (0342) 808061
B L I T A R


PERS RELEASE
Nomor : 489/      /409.018/ 2013

Bupati Blitar Minta Tingkatkan Kualitas dan Kauntitas Kopi

kopi

 

    Kopi merupakan salah satu tanaman perkebunan penghasil minuman  non alkohol yang mengandung kafein yang bisa merangsang kerja otak dan sistem saraf. Indonesia merupakan  satu diantara negara produsen kopi. Ironisnya,  belum mampu memenuhi tuntutan kualitas sesuai permintaan pasar. Pasalnya,  kasus yang pernah terjadi, Jepang sangat serius melakukan pengawasan terhadap produk kopi dari Indonesia. Disinyalir kandungan carbaryl kopi Indonesia diatas ambang batas (0,01ppm). Padahal nilai ekspor kopi Indonesia ke Negara Matahari Terbit itu  mencapai 11 persen dari rata-rata volume ekspor setahun. Kondisi ini harus disikapi  termasuk oleh petani kopi di Kbaupaten Blitar, diantaranya dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas kopi, pengendalian OPT secara terpadu, penggunaan pestisida secara selektif seklaigus mencipatakan produk kopi organis, kopi sepecial ‘T” dimasing-masing-masing kelompok serta menjalin kerjasama dengan pihak ketiga baik kegiatan on farm mapun off farm.
    Bupati Blitar, H. Herry Noegroho dalam sambutannya  pada acara panen raya kopi rakyat Gapoktan,” Berkah Abadai” di Desa Sumberurip Kecamatan Doko, Kamis (4/7) mengatakan,  potensi tanaman kopi di Kabupaten Blitar tersebar dibeberapa wilayah antara lain; Nglegok, Garum, Gandusari, Wlingi, Selorejo, dan Doko.  Sebaran ini juga ditunjukkan dengan adanya 17 Perkebunan Besar yang ada saat ini, dimana 14 diantaranya HGU di peruntukkan untuk tanaman kopi. Luas areal tanaman kopi didaerah ini sekitar 3.764 hektar, diantaranya 2.204 hektar perkebunan besar, 1.560 hektar perkebunan rakyat.
    Orang nomor satu di Kabupaten Blitar juga menjelaskan, dulu produk kopi Blitar banyak dikenal oleh masayarkat dengan berbagai brand seperti kopi kelud, kopi kawisari, kopi pijiombo. Kopi-kopi ini mempunyai  aroma dan citarasa khas.
    Ditempat yang sama,  Sekretaris Dinas Perkebunan Jawa Timur, Jumadi Widodo mnegungkapkan,  pada tahun 2012 areal kopi di jawa Timur sekitar 100.847 ha terdiri dari kopi robusta 80.761, kopi arabika 20.086 ha, produksi 54.239 ton dengan produktivitas 756 kg per ha per tahun. Jumlah ekspor yang mengalmi tren naik kecuali pada tahun 2011, yaitu pada 2007 yakni sekitar 51.409 ton hingga mencapai 82.831 pada tahun 2010. Tahun 2012 sebesar 68.380 ton.  Sementara produktivitas kopi Kabupaten Blitar  sekitar 820 kg/ha lebih tinggi dibanding rata-rata kopi Jawa Timur yang sebasar 647 kg/ha. Kendati demikian pihaknya meminta, petani kopi di kabupaten Blitar tidak berpuas dahulu karena seharusnya produksi kopi bisa lebih dari 1000 kg/ha/tahun. Ini bisa dilakukan dengan cara yakni pemupukan maupun pemeliharaan tanaman yang masih produktif.
Lebih lanjut dikatakannya, dengan kenaikan yang cukup signifikan itu,  komoditi kopi menduduki skala prioritas keempat setelah tebu, tembakau dan kakao. Program yang telah dilaksanakan antara lain;  menambah areal kopi arabika melalui program ekstensifikasi yang diarahkan pada lahan di ketinggian diats 1.000 meter diatas permukaan laut. Program ini dmulai tahun 2012 dan berakhir 2016. Prioritas pengembnagan di Malang, pasuruan, Lumajang dan Jember.
Sekedar catatan, sebagai negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia setelah Brasil dan Vietnam, Indonesia mampu memproduksi sedikitnya 748 ribu ton atau 6,6 persen dari produksi kopi dunia pada 2012. Dari jumlah tersebut, produksi kopi robusta mencapai lebih dari 601 ribu ton (80,4 persen) dan produksi kopi arabika mencapai lebih dari 147 ribu ton (19,6 persen).
Luas lahan perkebunan kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta hektar (ha) dengan luas lahan perkebunan kopi robusta mencapai 1 juta ha dan luas lahan perkebunan kopi arabika mencapai 0,30 ha.

 

Dikeluarkan di :  B l i t a r
Pada tanggal    :  5 Juli 2013

 

 


Kepala Bagian Humas dan Protokol

 

JONI SETIAWAN, S.Sos,  MSi
Pembina
NIP.  19690611 198809 1 001