SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR
BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL
Jl. Sudanco Supriyadi  No. 17 Telp. (0342) 808061
B L I T A R


PERS RELEASE
Nomor : 489/      /409.018/ 2013

Gerakan Pramuka, Bentuk Kaum Muda Berkarakter

[pdf-embedder url="http://ppid.blitarkab.go.id/wp-content/uploads/2013/08/pramuka-1-300x200.jpg">pramuka-1-300x200	


	Gerakan Pramuka diharapkan bisa mempercepat keberhasilan dalam upaya 
pembentukan karaker kaum muda yang lebih baik, sehingga dapat menjadi 
warga negara yang bertanggung jawab serta calon pemimpin bangsa yang 
handal pada masa depan. Mengingat, era globalisasi tidak hanya cukup 
mahir dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi saja, namun harus disertai 
dengan  watak yang tangguh kepribadiannya, luhur budi pekertinya serta 
selalu bersatu dan menjunjung kesatuan dan persatuan Indonesia. Hal ini 
mengemuka dari sambutan  Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Prof. 
Dr.dr. H. Azrul Azwar, MPH yang dibacakan oleh Bupati Blitar, H. Herry 
Nugroho selaku Kamabicab Kabupaten Blitar saat peringatan Hari Pramuka 
ke-52 Tahun 2013 di Lapangan Tawangsari Kecamatan Garum.
	Hal lain yang harus ditekankan yakni budaya antri. Dengan mengantri, 
anak akan belajar menghormati hak orang lain, belajar untuk displin, 
punya rasa malu, bekrjasama tidak saling bertentangan karena akan 
mengganggu antrian. Anak juga akan belajar jujur , bersosialisasi, 
bahkan dengan antri anak jug akan belajar kreatif yakni bagaimana 
memanfaatkan waktu selama mngantri misalnya dengan membaca buku.
	Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan, gambaran pemuda sekarang  
antaralain; maraknya tawuran pelajar, rendahnya rasa hormat kaum muda 
kepada orang yang lebih tua, perubahan gaya hidup yang menjurus pada 
perilaku tidak sehat, meningkatnya perilaku merokok usia muda, dll. 
Permasalahn ini tentu sangat memprihatinkan dan harus segera 
ditanggulangi. Disinilah pentingnya Gerakan Pramuka sebagai lembaga 
pendidikan non formal untuk membentuk kaum muda berkarakter.
	Tujuh tahun terakhir tercatat tiga milestone perkembangan Gerakan 
Pramuka antara lain; Presiden RI pada Tahun 2006 mencanangkan kembali 
revitalisasi Pramuka. Gerakan Pramuka telah memiliki kurikulum baru, 
sistem akreditasi gugusdepan serta sertifikasi dan lisensi para Pembina. 
Yang kedua terbitnya UU No.12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka yang 
mmeprkuat legalitas Pramuka di negeri ini. Ketiga, masuknya pendidikan 
kepramukaan ke dalam kurikulum 2013 sebagai ekstrakurikuler wajib yang 
konon mulai tahun ini diberlakukan. Untuk itu, perlu diupayakan 
kepramukaan yang menarik bagi siswa, misalnya menyediakan pembina yang 
handal, dengan faktor pendorong mialnya memasukkan aktivitas guru pada 
penilaian kinerja tahunan.
	Sementara itu terkait sumber dana, Gerakan Pramuka dimungkinkan untuk 
membentuk badan usaha dan mengelola aset yang dimilki sehingga secara 
ekonomis dapat memberikan pendapatan bagi organisasi untuk membiayai 
operasional kegiatan.
	Melalui Tema Hari Pramuka Ke-52 , “ Wujudkan Bangasa yang beekarakter 
dan bermartabat melalui Gerakan Pramuka,” menyatakan komitmen terhadap 
pembentukan karakter bangsa yang lebih baik. Hal senada juga diungkapkan 
Bupati Blitar, bahwa mellaui gerakan Pramuka, pemuda Blitar khusunya 
menjadi lebih baik.
	Sebelumnya Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto yang juga Ketua Kwarcab 
Kabupaten Blitar mengungkapkan,pramuka  sebagai satu-satunya wadah 
pembinaan generasi muda untuk membentuk pribadi yang berkualitas, cinta 
tanah air dan bangsa. Bahkan kabupaten Blitar telah mempunyai ciri khas 
dengan adanya berbagai inovasi kegiatan, diantaranya; gerak jalan 
tradisonal Bakung-Lodoyo yang digelars etahun sekali. Event ini diikuti  
Penegak, Pandega se- Blitar Raya. Tidak sekedar jalan saja, namun 
perserta ditempa wawsan, sehingga fisik, mental semakin berkembang. 
Kedepan, orang nomor dua di Kabupaten Blitar berharap,  kepramukaan di 
kbaupaten ini semakin lancar, perlu adanya peningkatan kapasitas untuk 
pelatih dan pembina.
	Dalam kesempatan tersebut, sesuai dengan SK Kwartir Nasional Gerakan 
Pramuka No.115/2013 tanggal 30 Juli 2013, Bupati Blitar menyematkan 
tanda Penghargaan secara simbolis yakni Lencana Melati, Lencana Dharma  
Bakti dan Lencana Panca Warsa 4. Lencana Melati diberikan antara lain 
kepada Sukarlan, Wahidin, Lencana  Panca Warsa 4 diantaranya kepada  H. 
Romelan, H. Ahmad lazim, Kuspardani, dan Lencana Dharma Bakti antara 
lain untuk Imam Mahmudi. Usai acara itu, Bupati Blitar , Kepala SKPD dan 
Unsur Forpimda melakukan potong tumpeng. Sebelumnya, acara yang digelar 
di Tawangsari juga dimeriahkan senam simapore oleh siswa-siswi SMP 1 
Selorejo, senam komando oleh seluruh peserta dan pemberian penghargaan 
bagi pasukan paling tertib.

 

Dikeluarkan di :  B l i t a r
Pada tanggal    :  14 Agustus 2013

 

 


Kepala Bagian Humas dan Protokol

 

JONI SETIAWAN, S.Sos,  MSi
Pembina
NIP.  19690611 198809 1 001

 

Skip to content