Beberapa Walikota dari Belanda yang tergabung dalam Kesebelasan Asosiasi Walikota Belanda akan mengunjungi penderita kusta di Kab. Blitar. Dijadwalkan, mereka akan tiba di Kabupaten Blitar pada 15 Mei 2013 mendatang. Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Kuspardani, kunjungan sejumlah Walikota dari Belanda tersebut adalah untuk mengetahui secara langsung proses pengobatan dan kegiatan penderita kusta di Kab. Blitar. Selain mengunjungi kelompok perawatan kusta di Puskesmas Sutojayan, mereka juga akan mendatangi rumah-rumah penderita kusta. Kunjungan tersebut  sekaligus untuk mengetahui sejauh mana bantuan pengobatan yang sudah diberikan melalui yayasan Netherlands Lepropsy Relief  dimanfaatkan untuk penyembuhan penderita kusta.

Program bantuan pada penderita kusta sendiri sudah diberikan sejak tahun 1994 secara menyeluruh di wilayah Jawa Timur termasuk di Kab. Blitar. Sutji Harijati, Konsultan Kusta dari Kementrian Kesehatan mengungkapkan bahwa bantuan yang diberikan berupa dana operasional penanganan penderita kusta dan juga pelatihan tenaga medis yang membantu penyembuhan penderita kusta. Tujuannya adalah agar para penderita kusta utamanya yang sudah mengalami cacat fisik bisa hidup secara mandiri dan melakukan pengobatan sendiri tanpa bantuan orang lain. Sedangkan untuk meningkatkan taraf hidup penderita kusta, Yayasan Kusta Indonesia memberikan bantuan berupa suntikan modal usaha.

Perlu diketahui, bahwa hingga tahun 2013 ini, angka penderita kusta di Kab. Blitar mencapai 189 orang. Jumlah tersebut terhitung sejak tahun 2005 lalu. Penyebaran penyakit kusta di Kab. Blitar merata hampir di semua kecamatan, kusta umumnya mudah menyebar di pemukiman kumuh yang udaranya kotor. (IM-Dishubkominfo)