Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Heru Pujiono mengungkapkan, tahun ini siswa SMA/MA/SMK Negeri Swasta di Kabupaten Blitar lulus 100%. Jika dibandingkan tahun lalu prestasi tahun ini mengalami peningkatan, mengingat pada tahun pelajaran  2011-2012 dengan jumlah peserta 6.680 siswa dari SMA/MA/SMK ada 5 siswa yang tidak lulus. Masing-masing dari SMA 1 siswa dan MA 4 siswa. Sedangkan tahun ini dari jumlah total peserta unas dari SMA/MA/SMK sebanyak 7.197 siswa semua dinyatakan lulus. Menurutnya usaha yang selama ini dilakukan mulai dari try out, pembekalan disekolah, tambahan pelajaran, sampai pada persiapan mental siswa menghasilkan kelulusan 100 persen. Untuk itu Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tidak hanya memberikan apresiasi pada siswa namun juga guru dan orang tua yang memberikan dukungan pada siswa-siswi peserta unas.

Sementara itu, untuk nilai tertinggi UN tingkat SMA IPA 57,40 diraih Mike Tri Susanti dari SMAN 1 Sutojayan, SMA IPS 54,20 atas nama Mega Kartikasari SMAN 1 Kesamben, Bahasa dengan nilai 52,80 atas nama Trisma Apriliani dari SMAN Garum. Sedangkan untuk SMK 37,40 di raih Warni dari SMK YP 17 Selorejo. Kedua Imam Rofii dengan nilai 37,20 dari SMKN 1 Udanawu, dan ketiga Kristanti Wulandari 36.70 dari SMKN 1 Panggungrejo, keempat dan kelima dengan nilai sama 36,50 atas nama Hammam Abdulah Rizqi SMKN 1 Doko dan Dio Aldianto dari SMKN 1 Bakung.

Lebih lanjut, Heru Pujiono mengatakan, sudah melakukan koordinasi dengan Polres Blitar dan Polres Blitar Kota untuk mengantisipasi adanya perayaan kelulusan dengan konvoi, dimana siswa diarahkan untuk melakukan kegiatan positif dalam merayakan kelulusan. Pihak kepolisian siap sewaktu-waktu jika ada sekolah yang meminta pengamanan, kalau ada kerumunan siswa yang akan merayakan kelulusan. Jika tetap ada siswa yang nekad melakukan konvoi, pihak kepolisian tidak segan-segan melakukan tindakan. Diantaranya dengan menilang  yang tidak menggunakan helm, kebut-kebutan maupun kendaraan yang di preteli. Kebijakan ini dilakukan untuk meminimalisir adanya perayaan acara hura-hura oleh para pelajar dan diharapkan orang tua juga bisa bekerja sama dengan sekolah maupun kepolisian untuk memberikan efek jera, lanjut Heru. (IR-Dishubkominfo)

Skip to content