Melalui APBD 2013, Pemkab Blitar telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 502 miliar untuk pengadaan bantuan alat berbasis teknologi melalui Program Teknologi Tepat Guna. Melalui PAK Bapemas kembali mengajukan anggaran sebesar Rp 535 juta untuk mengcover usulan masyarakat yang belum teranggarkan dalam APBD. Demikian diungkapkan Kabid Teknologi Tepat Guna dan SDA Bapemas Kab. Blitar, Sutikno. Menurut Sutikno, bantuan alat tersebut diberikan kepada kelompok masyarakat baik yang berbasis pertanian dan industri rumah tangga. Dimana tahun ini pemerintah juga mengadakan bantuan perpipaan untuk pelestarian sumber mata air di wilayah Blitar Selatan. Bantuan alat tersebut tidak serta merta diberikan kepada kelompok masyarakat. Setelah melakukan pengajuan, maka Bapemas akan terlebih dahulu melakukan verifikasi lapangan untuk menentukan layak tidaknya bantuan diberikan. Selain itu, Bapemas juga mensyaratkan kepada kelompok masyarakat agar tidak menjual atau memindahtangankan bantuan alat yang sudah diberikan serta untuk dipergunakan sesuai peruntukkannya. Karena diakui Sutikno, umumnya masyarakat nekat menjual alat yang notabene merupakan bantuan dari pemerintah setelah usahanya tidak berjalan. Karenanya untuk mencegah hal tersebut, pihak Bapemas bersama Disperindag terus melakukan pembinaan dan monitoring kepada kelompok masyarakat penerima bantuan, utamanya yang berbasis industri rumah tangga agar terus berjalan. Sementara itu, dari pemberian bantuan alat tersebut, kini beberapa industri rumah tangga yang dikelola masyarakat perlahan menunjukkan kemajuan. (IM-Dishubkominfo)
Info Terbaru
- Wakil Bupati Blitar Launching Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) 2026
- Tingkatkan Swasembada Pangan, Pemkab Blitar Ikuti Tanam Padi Serentak
- Bupati Blitar Hadiri Syukuran Penerimaan Sertifikat Redistribusi Tanah
- Pemkab Blitar Gelar Ground Check Data PBI, Pastikan Tepat Sasaran
- Bupati Blitar Buka Kejuaraan Karate Piala Bupati Cup 2026, Tekankan Pentingnya Sportivitas dan Karakter