Mengacu pada siklus puncak angka penderita DB yang berlangsung 4 tahun sekali, puncak angka penderita demam berdarah di Kab. Blitar diperkirakan terjadi pada tahun 2014 mendatang. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kab. Blitar, Kuspardani. Menurut Kuspardani, sebelumnya di tahun 2010 angka penderita DB menunjukan peningkatan signifikan yang mencapai 915 orang dengan 10 orang meninggal dunia, kemudian tahun 2011 hingga 2012 jumlahnya mengalami penurunan. Baru pada tahun 2013 ini, jumlah penderita DB kembali mengalami kenaikan, dimana hingga bulan Nopember 2013 sudah mencapai 613 orang, dengan 7 penderita meninggal dunia. Kenaikan tersebut cukup signifikan, mengingat pada tahun 2012 angka penderita DB di Kab. Blitar hanya mencapai 156 orang. Kuspardani menghimbau, karena mulai memasuki musim penghujan, masyarakat diminta senantiasa waspada atas penyebaran DB. Salah satunya dengan menerapkan metode PSN sebagai langkah antisipasi. Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar juga melibatkan Pramuka sebagai petugas pemantau jentik atau Pramantik. (IM-Dishubkominfo)