Berdasarkan data di Dinas pendidikan Kabupaten Blitar, penanganan buta aksara telah dilakukan selama 2 tahun sejak tahun 2010 hingga tahun 2012. Jika pada tahun 2010 tercatat jumlah warga yang buta aksara sebanyak 23.722, setelah dilakukan penanganan pada tahun 2013, kini tinggal 3.372. Mayoritas warga Kabupaten Blitar yang sampai saat ini masih menyandang buta aksara karena usianya di atas 60 tahun, sehingga bukan menjadi kewenangan Dinas Pendidikan untuk melakukan pembinaan. Pernyataan itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Informal Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, Dibyianto. Menurut Dibyianto, penanganan ribuan buta aksara tersebut dilakukan secara maraton dengan melibatkan tutor dan sekaligus memberikan pelatihan produktif, sehingga selain belajar membaca dan menulis, pelatihan juga dilakukan dengan cara menyenangkan agar warga semangat belajar. Lebih jauh Dibyanto mengatakan Dinas pendidikan terus melakukan monitoring sekaligus melakukan pendataan jika masih ada warga belum dapat baca tulis. Jika ditemukan, Dinas pendidikan akan langsung memberikan penanganan. (IM-Dishubkominfo)
Info Terbaru
- Kukuhkan Pramuka Garuda, Bupati Blitar Ajak Generasi Muda Wujudkan Blitar Berdaya dan Berjaya
- Bupati Blitar Buka Sosialisasi Bulan Dana PMI Blitar 2026, Ajak Semua Pihak Turut Berpartisipasi
- Wakil Bupati Blitar Beky Hardihansah Lauching Kopi Jos Jiz
- Peringati Hari Jadi ke-702, Pemkab Blitar Gelar Ngaji Bareng Gus Iqdam di Alun-Alun Kanigoro
- Bupati Blitar Buka Pagelaran Tiban Hari Jadi ke-702: Lestarikan Warisan Leluhur dan Perkuat Karakter Bangsa