Blitar – Meski pencapaian akseptor (pengguna KB) di Kab. Blitar tahun 2013 lalu melampaui target yang telah ditetapkan pemerintah Pusat, yakni mencapai hingga 128%, namun dari hasil penelusuran di lapangan, tercatat 30% warga Kab. Blitar belum ber-KB. Demikian diungkapkan Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kabupaten Blitar, Wachid Rosidi. Menurut Wachid, selain karena minimnya sarana informasi mengenai pentingnya ber-KB, umumnya masyarakat masih memilih metode konvesional untuk mencegah kehamilan daripada menggunakan metode KB. Warga yang belum ber-KB tersebut, umumnya mereka mayoritas pasangan subur yang tinggal di daerah pinggiran. Oleh karena itu, untuk memotivasi agar masyarakat mau ber-KB, BPPKB akan semakin mengintensifkan sosialisasi serta memotivasi petugas di lapangan untuk meningkatkan jumlah akseptor. Sementara itu, di tahun 2013 lalu, Kab. Blitar menempati peringkat ke-2 di Jawa Timur untuk jumlah akseptor terbanyak. Berdasarkan data BPPKB, pencapaian akseptor tahun 2013 tercatat sebanyak 31 ribu lebih, melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat yang hanya 24.646 akseptor. Dan saat ini jenis KB yang paling banyak digunakan masrakayat yakni suntik dan pil. (IM-Dishubkominfo)
Info Terbaru
- Wakil Bupati Blitar Launching Pusat Latihan Kabupaten (Puslatkab) 2026
- Tingkatkan Swasembada Pangan, Pemkab Blitar Ikuti Tanam Padi Serentak
- Bupati Blitar Hadiri Syukuran Penerimaan Sertifikat Redistribusi Tanah
- Pemkab Blitar Gelar Ground Check Data PBI, Pastikan Tepat Sasaran
- Bupati Blitar Buka Kejuaraan Karate Piala Bupati Cup 2026, Tekankan Pentingnya Sportivitas dan Karakter