Sebagai pemimpin desa sekarang dengan dahulu berbeda jauh. Jika dahulu identik dengan penguasa, saat ini sebagai pelayan masyarakat. Selain itu juga harus bisa menjadi pengayom, suri tauladan bagi warganya. Mengingat setelah dilantik, seorang kades telah menjadi Pamong Praja yang filosofinya adalah harus dapat ngemong dan memanage masyarakat dalam membangun desa yang muaranya adalah kehidupan masyarakat sejahtera. Demikian ungkapan Bupati Blitar usai melantik dan mengambil sumpah jabatan, Sutrisno, Kepala Desa Tegalasri di Balai Desa Tegalasri Kecamatan Wlingi, Senin (30/12). Orang nomor satu di Kabupaten Blitar itu juga mengatakan, para kades yang baru saja dilantik juga harus dapat merangkul semua komponen yang ada di desa dengan tetap mengedepankan prinsip-prinsip musyawarah mufakat untuk menyelesaikan setiap permasalahan, utamanya yang menyangkut kepentingan masyarakat desa. Bahkan juga harus loyal dan eksis kepada pemerintah, memberikan motivasi kepada seluruh perangkat desa serta menciptakan situasi tetap harmonis. Ditambahkannya pula, kedewasaan politik dan berdemokrasi warga Kabupaten Blitar bercermin dari Pilkades serentak 27 Oktober lalu. Untuk itu, diharapkan pada pemilihan anggota legislatif dan pemilihan presiden serta wakil presiden bisa berjalan lancar, tertib, dan kondusif. Pelantikan Kades Tegalasri, Sutrisno berdasarkan SK Bupati Blitar Nomor 188/475/409.012/KPTS/2013 tanggal 20 Desember 2013 masa bakti 2014-2019. Sutrisno menjabat sebagai Kades Tegalasri selama dua periode. Hadir dalam pelantikan itu, Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Guntur Wahono, Ketua Komis I DPRD, Endar Suparno, Inspektur Kabupaten Blitar, A. Lazim SE., MM., Kepala Bakesbangpol, Mujianto serta unsur Forpimda yang lain. (Bagian Humas dan Protokol Kab. Blitar)