Blitar – Pada peristiwa peningkatan aktifitas Gunung Kelud Tahun 2007 lalu, Pemkab. Blitar mencatat jumlah warga yang termasuk alam Kawasan Rawan Bencana mencapai 23 ribu jiwa. Kini memasuki tahun 2014, berdasarkan data terbaru BPBD Kabupaten Blitar, jumlah penduduk masuk dalam Kawasan Rawan Bencana mencapai 70 ribu jiwa. Jumlah tersebut tersebar di 4 kecamatan, masing-masing Nglegok, Garum, Ponggok, dan Gandusari.
Menurut Ketua Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kab. Blitar, Palal Ali Santoso, data tersebut masih akan diklasifikasikan kembali, sebab diperkirakan angka 70 ribu tersebut, tidak semua warga yang wilayahnya terkena dampak langsung letusan Gunung Kelud. Data warga terdampak, akan diklasifikasikan sesuai RT/RW serta akan disusun by name/by addres. Klasifikasi data ini juga akan membantu pemerintah untuk memastikan jumlah pengungsi yang perlu mendapatkan prioritas dalam proses evakuasi.
Pada peristiwa tahun 2007 lalu, peningkatan status Gunung Kelud dari waspada ke siaga berjarak 19 hari, sedangkan tahun ini, peningkatan status Gunung Kelud dari waspada ke siaga hanya berjarak 9 hari, yakni dari 2 Februari 2014 hingga 10 Februari 2014. (IM-Dishubkominfo)