Blitar – 5 Agutus 2014 merupakan hari jadi Blitar ke-690. Pada peringatan hari jadi tahun ini, ada nuansa yang berbeda bila di bandingkan tahun-tahun sebelunya. Jika pada peringatan sebelumnya acara diawali degan kirab kitab sejarah dan panji lambang daerah dari depan Pendopo Agung Rongo Hadinegoro, namun tahun ini mendapat tambahan acara pisowanan di aloon-aloon dengan nuansa jawa yang sangat kental.

Ketua DPRD Kabupaten Blitar, Guntur Wahono berharap, peringatan Hari Jadi Blitar yang rutin dilaksanakan setiap tanggal 5 Agustus ini dapat menjadi media untuk mempertahankan peninggalan leluhur, sehingga dengan peringatan yang cukup meriah dengan milibatkan semua unsur pemerintahan, sangat layak di jadikan sebagai wisata budaya tahunan. Untuk itu DPRD meminta pada pemerintah daerah menangani secara serius peringatan hari jadi ini, karena berpotensi menjadi aset wisata budaya. DPRD juga berharap kedepan peringatan hari jadi ini dilakukan bersama-sama dengan Pemerintah Kota Blitar karena merupakan peringatan hari jadi Blitar.

Secara terpisah Kepala Bagian Humas Kabupaten Blitar, Bambang Setiadji mengatakan, peringatan Hari Jadi Blitar ke-690 kali ini memang sangat berbeda dengan peringatan tahun-tahun sebelumnya, dimana sebelum acara penerimaan da persemayaman Kitab Sejarah dan Panji Lambang Daerah di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, digelar Pisowanan di aloon-aloon. Acara Pisowanan di aloon-aloon tersebut sebagai bentuk penerimaan dari pemerintah pada warga untuk memasuki pendopo. Lebih jauh Bambang Setiadji mengatakan, kedepan kegiatan tahunan hari jadi ini akan dikembangkan secara maksimal agar bisa menjadi salah satu wisata budaya yang mendatangkan wisatawan dari luar Blitar. (IR-Dishubkominfo)