Blitar – Kabupaten Blitar sebagai salah satu kabupaten mitra USAID PRIORITAS saat ini menjadi kabupaten percontohan untuk Penataan dan Pemerataan Guru (PPG) secara nasional. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar bersama-sama dengan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan lembaga pendidikan terkait, berupaya melakukan penataan dan pemerataan guru di wilayahnya. Menurut Bupati Blitar Herry Noegroho, kondisi saat ini di wilayah Utara terjadi penumpukan tenaga pengajar. Sementara di wilayah Selatan, banyak terdapat sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. Untuk mengantisipasinya, Kabupaten Blitar menerapkan Kelas Rangkap (Multigrade Teaching) untuk sekolah-sekolah yang kekurangan tenaga pengajar. “Komitmen Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menata guru dengan lebih baik, sehingga hak siswa untuk belajar tetap terpenuhi, tertuang dalam Peraturan Bupati tanggal 8 Oktober 2014 tentang Kelas Rangkap. Kami juga telah melaksanakan pelatihan Kelas Rangkap untuk 4 SD Percontohan,” ungkapnya.

Praktik kelas rangkap yang diterapkan, dimana pembelajaran dapat digabung menjadi satu kelas untuk dua kelas yang berbeda. Syaratnya Mata Pelajaran (Mapel) yang sedang diajarkan sama dan Rencana Pelaksanaan Pembelajarannya (RPP) dapat digabungkan. Misalnya pembelajaran Kelas 3 dan 4 yang digabung menjadi satu untuk membahas Pelajaran IPA tentang Tumbuhan.

Suprih Siswanti, Kepala SDN Suruhwadang 2, dimana sekolahnya menerapkan kelas rangkap mengungkapkan bahwa banyak manfaat yang diperoleh dengan penerapan kelas rangkap.“Implementasi pembelajaran kelas rangkap di SDN Suruh Wadang 2 sangat memuaskan. Kakak kelas sangat membantu guru karena dapat menjadi tutor bagi adik kelasnya saat pembelajaran kelas rangkap diterapkan.”

Karena dianggap telah menerapkan implementasi PPG, Kabupaten Blitar ditunjuk oleh USAID PRIORITAS menjadi kabupaten percontohan nasional. Dalam presentasinya dalam acara Lokakarya Nasional Kebijakan PPG di Ballroom Hotel Sultan, Jakarta, Selasa (14/10/2014), Wakil Bupati Blitar Rijanto mengungkapkan, keberhasilan Blitar karena adanya komitmen bersama untuk menata tenaga pendidik dengan lebih baik sehingga hak siswa untuk belajar dapat terpenuhi dan merata.

Dalam Lokakarya yang sama, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merespon positif hasil program penataan dan pemerataan guru (PPG) yang dilakukan USAID PRIORITAS. Kemendikbud menilai USAID PRIORITAS telah berhasil membantu kabupaten/kota meningkatkan mutu pendidikan melalui pendistribusian guru. “Kami akan mengambil praktik yang baik dari USAID PRIORITAS untuk disebarluaskan ke banyak kabupaten/kota dan provinsi lain,” kata Direktur Jendral Pendidikan Dasar Kemendikbud Hamid Muhammad.

Hamid mengatakan penyebaran guru merupakan masalah yang telah lama diketahui di Indonesia. Peraturan Bersama 5 Menteri Tahun 2011 telah diterbitkan yang mengharuskan seluruh kabupaten/kota untuk melakukan penataan guru PNS secara merata sesuai kebutuhan. Dengan rasio rata-rata satu guru per 16 siswa SD, dan satu guru per 13 siswa di SMP, ketersediaan guru melebihi kebutuhan. Tetapi, distribusi guru masih tidak merata. Ketersediaan guru di sekolah perkotaan pada umumnya melebihi kebutuhan guru, sedangkan sekolah di pedesaan dan di sekolah terpencil mengalami kekurangan guru.

Direktur USAID Indonesia Andrew Sisson mengatakan USAID terus berkomitmen untuk mendukung pemerintah Indonesia menyediakan pendidikan yang bermutu. Pendidikan merupakan investasi penting untuk sebuah bangsa dan negara. “Amerika Serikat bangga dapat bermitra dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membantu memastikan semua siswa memiliki akses pendidikan yang berkualitas,” terangnya.

Direktur Program USAID PRIORITAS Stuart Westonmengatakan program PPG yang diimplementasikan dan dikembangkan USAID PRIORITAS berhasil melakukan pemetaan peyebaran guru, mengembangkan solusi kebijakan, melakukan konsultasi publik (forum multi-pemangku kebijakan), dan mendukung penerapannya. USAID PRIORITAS bekerja sama dengan Kemendikbud, Kemenag, dan pemerintah kabupaten/kota dalam mengimplementasikan PPG. “Kami menyediakan tenaga ahli dan bekerjasama dengan LPTK untuk membantu kabupaten/kota mitra melakukan penataan dan pemerataan guru. Kami memberikan dukungan teknis bagi kabupaten/kota mitra yang ingin mengimplementasikan PPG,” tukasnya.

Tentang USAID PRIORITAS

Program USAID Prioritizing Reform, Innovation, Opportunities for Reaching Indonesia’s Teacher, Administrators, and Students (USAID PRIORITAS) adalah program lima tahunsenilai $ 83,7 juta yang didanai oleh  United States Agency for International Development  (USAID). Program ini didesain untuk membawa pendidikan berkelas dunia kepada banyak siswa di Indonesia.  Program USAID PRIORITAS diimplementasikan di delapan provinsi yaitu Aceh, Sumut, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan dan Papua. (Bappeda)

Skip to content