Blitar – Pada musim kemarau seperti saat ini kawasan hutan sangat rentan dengan terjadinnya kebakaran. Hal ini diungkapkan Humas Perhutani KPH Blitar, Heri Purwanto. Menurut Heri, selama musim kemarau ini terdapat kebakaran hutan, namun tidak banyak yakni hanya antara 0.5 ha sampai dengan 1 ha dan sudah dilokalisir agar kebakaran tidak meluas. Yang paling rawan  terjadinya kebakaran adalah hutan pinus di wilayah Wlingi Kabupaten Blitar dan Sumberpucung Malang.

Langkah antisipasi yang dilakukan pihak perhutani KPH Blitar agar tidak terjadi kebakaran di musim kemarau ini adalah dengan meningkatkan patroli setiap hari sehingga ketika ada wilayah hutan yang terbakar, dapat segera dilokalisir. Selain itu juga melakukan penyekatan-penyekatan areal hutan serta memberikan sosialisasi pada warga agar berpartisipasi aktif dalam pengelolalan kawasan hutan sekaligus dalam pengamanan termasuk dari bahaya kebakaran. Diantaranya seperti tidak membung rokok di kawasan hutan.

Luas  Kawasan Perhutani KPH Blitar mencapi 57.327,80 ha meliputi wilyah Kabupaten Blitar seluas 35.442,5 ha (61 %), Kabupaten Tulungagung 19.132 ha (34 %), dan Kabupaten Malang 2.753 ha (5 %). (IR-Dishubkominfo)