Blitar – Setelah memastikan Program Jambanisasi batal terealisasi pada tahun ini, Pemkab. Blitar bakal melanjutkan program bantuan pembuatan jamban bagi warga miskin tersebut pada tahun 2015 mendatang. Kepala Bappeda Kabupaten Blitar, Mengatas Lomban Tobing mengungkapkan, setelah pada tahun 2014 pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 3,5 miliar yang batal terserap, rencananya tahun depan dalam APBD Pemkab. Blitar akan kembali mengucurkan dana sebesar Rp 3,5 miliar. Sehingga jika dikalkulasikan dengan alokasi anggaran di tahun ini, maka tahun 2015 mendatang anggaran yang akan digelontorkan pemerintah untuk program jambanisasi mencapai Rp 7 miliar. Dengan anggaran yang lebih besar, diharapkan lebih banyak warga miskin sasaran dalam program bantuan pembuatan jamban, melebihi estimasi pemerintah tahun ini yang hanya sebanyak 3.000 KK miskin. Sampai dengan 2014, masyarakat yang belum memiliki fasilitas jamban pribadi jumlah cukup banyak.

Tobing menambahkan, untuk memastikan berapa warga miskin yang akan menerima bantuan pembuatan jamban, pemerintah tidak akan turun langsung ke lapangan dan melakukan pendataan, melainkan warga miskin dapat mengajukan proposal melalui desa. Dengan pengajuan proposal tersebut, pemerintah akan lebih mengetahui kebutuhan warga dan jumlah sebenarnya yang belum memiliki jamban. Rencananya bantuan akan diberikan berupa uang, sehingga pembuatan jamban diserahkan sepenuhnya pada warga. Sementara meski tahun ini program tersebut batal terealisasi, namun Pemkab. Blitar akan mengintesifkan sosialisasi pada warga miskin. (IM-Dishubkominfo)