Demikian diungkapkan Kepala Seksi Pencegahan, Pengamatan Penyakit dan Penanggulangan Masalah Kesehatan, Hendro Subagyo. Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima dari Rumah Sakit, ada 1 penderita Klinis Difteri. Yakni PTR, 10 tahun warga ngaringan, Kecamatan Gandusari Kabupaten Blitar. Saat ini PTR berada di ruang isolasi rumah Sakit Umum Daerah Ngudi Waluyo Wlingi. Khusus untuk penanganan jangka pendek, pihaknya akan terus melakukan pemantauan dan penelitian termasuk upaya sosialisasi. Sedangkan bagi wilayah yang ditemukan penderita Klinis Difteri tersebut akan dilakukan imunisasi masal untuk memutus mata rantai penularan.Masih menurut Hendro, Pihak Dinas Kesehatan akan segera melakukan koordinasi dan persiapan imunisasi BLF (Back Log Faighting) dan ORI (Outbreak Respon imunization). Sementara itu penderita klinis difteri beserta seluruh kontak yang dekat dengan pasien, masuk dalam pengawasan khusus untuk menjalani pengobatan. Pasalnya, Difteri sangat mudah menular baik melalui udara maupun percikan air liur penderita. Difteri sendiri menurut Hendro, awalnya hanya seperti gejala batuk pilek panas biasa. Yang membedakan, jika menyerang daerah tenggorokan secara fisik dapat dilihat dari pembengkaan membran pita suara.

(RIZ-Dishubkominfo)

Skip to content