PERKEMBANGAN PENANGANAN KASUS ANTRAX
- Penangannan ternak di kandang terinfeksi dan lingkungan
- Dilakukan pengobatan terhadap sapi sapi yang di anggap terinfeksi atau terjangkit ANTRHAX di kandang tertular sebanyak 16 ekor mulai tanggal 5 desember 2014 sampai 21 desember 2014
- Di lakukan faksinasi pad sapi sapi yang di anngap terinfeksi / terjangkit ANTHRAX di kandang tertular sebanyak 16 ekor tanggal 22 desember 2014
- sudah di lakukan vaksinasi ANTHRAX di ring I ( desa kandal rejo tanggal 22 Desember 2014) terhadap jenis peka yaitu : Sapi, kambing dan domba
- dilakukan vaksinasi ANTHRAX di kec. Srengat secara keseluruhan dan berakhir tanggal 29 Januari 2015.
- Akan dilaksanakan vaksinasi ANTHRAX di ring 10 km dari kandang tertular (ke. Ponggok, – Kec. Sanankulon – kec. Wonodadi – Kec. Udanawu – dan Kec. Nglegok) ± 58 desa yang didahului dengan sosialisasi kepada masyarakat peternak.
- Tindakan administrative
- Pembuatan surat pembatasan lalulintas ternak dan produk ternak kepada Camat Srengat dan Kepala Desa Kendalrejo oleh Bupati Blitar dengan Nomor. 524.3/1107/409.115/2014 pada tangal 9 Desember 2014
- Pembuatan surat laporan kejadian penyakit hewan menular kepada Kementrian Pertanian oleh Bapak Bupati dengan Nomor, 523.3/1108/409.115/2014 tanggal 12 Desember 2014
- Pembuatan surat pemberitahuan kewaspadaan penyakit ANTHRAX kepada Camat se Kabupaten Blitar oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar dengan Nomor. 524.3/1159/409.115/2014 pada tanggal 31 Desember 2014.
- Pembuatan surat permohonan bantuan tenaga Kepada Dekan Fakultas Kedokteran Hewan UNAIR Surabaya dengan Nomor.524.3/16/409.115/2015 pada tanggal 6 Januari 2015.
- Berdasarkan pedoman pengendalian penyakit ANTHRAX bahwa apabila 20 hari dari kasus kematian terakhir tidak diketemukan lagi tanda klinis atau kematian ternak baru penyakit di anggap berlalu, maka di buat surat pencabulan pembatasan lalulintas ternak dan produk ternak kepada Camat Srengat dan Kepala Desa Kendalrejo oleh Bapak Bupati dengan Nomor 524.3/49/409.115/2015 pada tanggal 15 Januari 2015.
- Kendala dan solusi alternative
- Terbatasnya tenaga vaksinator dibandingkan jumlah populasi yang akan divaksin dan waktu vaksinasi pengulangan (6 bulan). Sementara bisa dibantu dari tenaga mahasisswa FKH-UA, FKH-UB, DHB (Dokter Hewan Mandiri Blitar), PDHI Jatim II
- Belum adanya anggaran operasional dan pemberian vaksin untuk 1 kali periode vaksinasi di tahun 2015
- Progress kegiatan strategis unuk 2015
- Penyidaan alat (mikroskop dll) untuk antisipasi adanya kasus ANTHRAX di RPH
- Penyediaaan obat, alat, desinfektan untuk antisipasi adanya kasus ANTHRAX di lapangan