Blitar – Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, langsung melakukan langkah pengendalian pada 0,9 hektar padi yang terserang hama wereng, dan antisipasi pada 15 hektar padi yang kemungkinan akan terdampak. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Blitar, Eko Priyo Utomo. Hal ini menanggapi informasi yang berkembang kemarin, adanya serangan hama wereng di Desa Banggle. Menurut Eko, pihaknya selaku dinas tekhnis langsung melakukan klarifikasi kepada jajaran petugas dilapangan khususnya petugas hama dan penyakit, juga koordinator lapangan di Desa Banggle. Eko meluruskan, bahwa padi yang terserang hama wereng hanya 0,9 Hektar. Tidak seperti informasi yang beredar sebelumnya, yakni 20 Hektar. Dimana saat ini Dinas Pertanian langsung melakukan penanganan pada 0.9 hektar padi yang terserang dan melakukan langkah antisipartif pada 15 Hektar padi lainnya yang kemungkinan akan terdampak, sehingga, penyebaran hama wereng ini bisa dihindari. Contohnya, dilakukan pengecekan kondisi tanaman dilapangan, untuk mengambil tindakan apa yang sesuai dengan serangan hama tersebut, apakah perlu dilakukan penyemprotan atau penyeimbangan musuh alami hama. Karena Eko juga mengaku selektif dalam menggunakan pestisida, agar tidak merusak ekosistem. Sekedar informasi, hama wereng menyerang bagian bawah tanaman, dengan cara menggeroti batang padi. Padi yang terserang hama hanya 2 hari saja daunnya langsung menguning dan akhirnya mati, sehingga mengakibatkan gagal panen. untuk itu Dinas Pertanian akan terus melakukan pencegahan dan pengecekan secara rutin agar hama wereng ini tidak semakin meluas. (RIZ-Dishubkominfo).