Blitar – Menteri Pertanian RI, DR.Ir.Andi Amran Sulaiman, MP merespon cepat keluhan peternak di Indonesia terkait mahalnya sekaligus langkanya jagung  yang notabene pakan ternak unggas di Negeri ini. Hal ini terbukti dengan dikirimnya pasokan jagung impor ke beberapa wilayah seperti di Jawa Timur sekitar 400 ton. Dan Kabupaten Blitar mendapat 100 ton. Seperti diketahui, gabungan  peternak di Kabupaten Blitar melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Bupati Blitar, Senin, 1 Pebruari 2016 terkait mahalnya harga jagung. Kelangkaan dan mahalnya harga jagung berpengaruh pada produksi, kualitas dan harga telur. Kabupaten Blitar merupakan satu diantara Daerah yang menyuplai telur ke beberapa Daerah di tanah air. Untuk itu, Menteri Pertanian mengirim 100 ton jagung impor ke Kabupaten Blitar dan mengawalnya langsung ke Kabupaten ini, Selasa 2 Februari 2016. Orang nomor satu di Kementerian Pertanian ini menegaskan, harga jagung yang telah dikirim seharga Rp.3600 dan tidak boleh dijual lebih dari Rp.4000. Ini guna menjaga harga jagung tetap stabil. Seperti diketahui, harga jagung mencapai Rp 7000/kg. Padahal jika harga normal hanya sekitar Rp 3000/kg- Rp 4000/kg. Akibatnya, harga telur naik yakni sekitar Rp18.000/kg – Rp 19.000/kg bahkan mencapai Rp24.000/kg.

Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog  Sub Drive Tulungagung yang berlokasi di Garum Blitar, pria kelahiran Bone, 27 April 1968 ini juga mengungkapkan, Pemerintah merubah struktur pasar . Artinya baik harga jagung ditingkat petani dan  harga ternak baik ayam maupun telur  tetap bagus. Tidak ada yang dirugikan satu sama lain. Selama ini, Pemerintah memang tidak akan melakukan impor, karena impor justru memperkaya Negara lain. Untuk komoditi jagung, prediksi bakal panen pada bulan  Maret-April  dengan produksi sekitar 4 juta ton.  Dan target tahun ini sekitar 6,1 juta  ton sehingga surplus 3 juta ton dibanding tahun lalu yang hanya sekitar berproduksi sekitar 5,7 juta ton. Menteri Pertanian juga menegaskan, Bulog diminta sebagai fungsi kontrol untuk mengawal harga.

Sementara itu, Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf yang menyertai rombongan itu memberikan apresaisi kepada Menteri Pertanian yang inovatif demi mewujudkan petani sejahtera, yang didukung pula oleh TNI dalam rangka ketahanan pangan nasional. Disampaikan pula, 30% kebutuhan pangan nasional mendapat kontribusi dari Jawa Timur salah satunya dari para peternak termasuk diantaranya peternak Kabupaten Blitar. Untuk itu, para peternak ini juga berhak mendapat apresiasi.

Ditempat yang sama Pangdam V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Sumardi menuturkan, TNI mendukung penuh untuk menstabilkan harga. Bukan saja jagung namun berbagai komoditi untuk kesejahteraan masyarakat.

Tindak Tegas Mafia Jagung!

Menteri Pertanian RI, DR.Ir.Andi Amran Sulaiman, MP dihadapan antara lain Kapolres Blitar, Kapolres Kota Blitar, Dandim 0808 dan perwakilan dari Yonif menegaskan, kepada pihak Kepolisian diharapkan menindak tegas oknum yang telah menimbun jagung. Pasalnya, oknum tersebut hanya mencari keuntungan pribadi. Pemerintah Daerah dan masyarakat juga diminta proaktif jika melihat kondisi serupa segera untuk melaporkan ke pihak yang berwenang.

Dalam kunjungannya ke Kabupaten Blitar, Menteri Pertanian diikuti antara lain H. Ahmad Nawardi, S.Ag, anggota DPD RI asal Jawa Timur, Pangdam V Brawijaya, serta pejabat dari Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur.

Sekedar catatan,  dalam rangka menstabilkan harga untuk kebutuhan pakan ternak ayam, Perum Bulog menggelar operasi pasar.  Untuk mekanisme pembelian jagung impor Bulog,  peternak ayam harus mengirimkan informasi jumlah ayam ternak yang dimiliki serta Nomor Pokok Wajib pajak (NPWP) Perusahaan dan Kartu Tanda Penduduk pemilik perusahaan ternak.(Humas)