Blitar – Kesehatan merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa yang patut dijaga. Oleh karena itu, masyarakat mempunyai hak untuk mendapatkan pelayanan kesehatan mulai dari preventif sampai dengan rehabilitatif. Terkait hal itu pelayanan kesehatan harus optimal. Satu diantaranya dengan meningkatkan SDM perawat yang notabene sebagai pendamping pasien. Dengan kompetensi yang tinggi, perawat mampu memahami, mengenali serta mengambil keputusan untuk masalah kesehatannya sendiri, juga mampu sebagai kolaburator antara kepentingan pasien dengan tenaga kesehatan. Hal ini dikemukakan oleh Bupati Blitar, H.Rijanto pada Pengukuhan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Kabupaten Blitar periode 2016-2021, di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro, Selasa 28 Juni 2016.

Disampaikan pula bahwa, dalam memberikan pelayanan hendaknya tidak berpikir profit oriented, karena yang dilayani adalah manusia, sehingga pelayanan juga harus manusiawi penuh keikhlasan dan tidak pandang bulu baik dari pasien keluarga mampu maupun kurang mampu.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga berpesan, agar para perawat  menjadi perawat yang terampil dan profesional, merawat dengan hati juga terus meningkatkan kompetensi agar pelayanan maksimal. Selain itu juga harus meningkatkan kemampuan berbahasa asing, tujuannya sebagai perawat Indonesia mempunyai bargaining position yang tinggi di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).

Sementara itu Ketua PPNI Kabupaten Blitar, Zaenal Fanani S.Kes, M.Kes menyampaikan, ada tiga pilar utama yang harus diemban oleh para perawat yakni dicintai oleh anggota, disayangi oleh pemerintah dan disegani oleh profesi lain. Ini artinya, dicintai oleh anggota berarti bertanggungjawab penuh terhadap tugas, disayangi oleh pemerintah karena memang anggota PPNI layak untuk disayangi, mengingat perawat ikon perubahan dalam era keterbukaan dan kompetisi pada era sekarang ini. Disegani oleh profesi lain berarti perawat selalu meningkatkan SDM, mempunyai kompetensi tinggi untuk bersaing. Ini dicontohkan ada sekitar 2 puskesmas yang digawangi oleh perawat dan ternyata pelayanan kesehatan terhadap masyarakat lebih optimal. Harapannya, dua puskesmas ini menjadi pilot project pelayanan kesehatan bagi puskesmas  lain yang ada di Kabupaten Blitar.

Seperti diketahui, jumlah perawat di Kabupaten Blitar sekitar 739 orang yang tersebar baik di rumah sakit berplat merah maupun swasta. Sementara yang tergabung dalam PPNI kurang lebih 300 orang. Hadir dalam pengukuhan itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Blitar, Direktur RSUD. Ngudi Waluyo Wlingi serta perwakilan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. (Humas)