Blitar – Untuk kesekian kalinya pemuda Kabupaten Blitar masuk nominator dalam penilaian pemuda pelopor tingkat nasional. Tahun 2014, Mukarom, S.Si dari Desa Kemirigede Kecamatan Kesamben menjadi juara I tingkat nasional pemuda pelopor kategori bidang pendidikan. Tahun 2015 Kabupaten Blitar tidak mendapatkan juara namun masuk nominator tingkat nasional sedangkan pada Tahun 2016, Andris Prasetyo pemuda dari RT 01/RW 07 Desa Sanankulon Kecamatan Sanankulon masuk nominator pemuda pelopor tingkat nasional bidang pendidikan. Usaha pernak -pernik atau souvenir untuk pernikahan yang dirintis sejak 2012 mampu membuka lapangan pekerjaan bagi pemuda, ibu-ibu bahkan kalangan pelajar di desa tersebut. Atau dengan kata lain, mampu memberikan kontribusi penghasilan untuk mereka. Harapannya, Andris mampu menjadi jawara dalam penilaian tersebut, atau sebagai the most excellent, sehingga membawa harum nama Kabupaten Blitar dan Provinsi Jawa Timur. Demikian ungkapan Bupati Blitar yang disampaikan oleh Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Ir.Suwandito saat menerima kunjungan tim penilai pemuda pelopor nasional pada kegiatan fact finding pemuda pelopor tingkat nasional bidang pendidikan Tahun 2016 di Desa Sanankulon, Kamis, 29 September 2016.
Ir. Suwandito juga menyampaikan apresiasi kepada para ibu-ibu, pemuda, juga pelajar, yang turut belajar membuat souvenir diwaktu luang, sehingga banyak memperoleh manfaat dan penghasilan.
Sementara itu, Drs. H.Suyitno, M.Si Ketua Tim Penilai dari Asistensi Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga RI mengungkapkan, rasa bangganya kepada Andris satu diantara nominator pemuda pelopor tingkat nasional. Pemuda yang juga menekuni sebagai MC tersebut dengan ulet memberikan motivasi kepada pemuda-pemuda lain khususnya di Kabupaten Blitar untuk berkarya nyata, menyumbangkan ilmu, membuka lapangan kerja bagi lingkungan tempat tinggalnya. Harapannya, cita-cita Bupati Blitar dan masyarakat kabupaten ini bisa terwujud, yakni Andris perwakilan dari Kabupaten Blitar bisa lolos menjadi juara tingkat nasional.
Dalam kesempatan tersebut, Andris Prasetyo memaparkan tentang keterampilannya dihadapan tim penilai dan undangan yang hadir. Awalnya, Andris bekerja menjadi guru PTT di sebuah Sekolah Dasar. Karena tertarik dengan bisnis souvenir yang dia bikin dan kemas sendiri, pemuda ini menekuni usaha tersebut dan meninggalkan profesinya. Pesanan souvenir yang dikerjakan bersama-sama dengan ibu-ibu tetangga, pemuda serta pelajar di sekitar tempat tinggalnya maju pesat. Bahkan dia juga membuka pelatihan di beberapa sekolah, memberikan pelatihan kepada anak-anak berkebutuhan khusus, juga mengisi pada kegiatan PKK dan Dharma Wanita. Tidak itu saja, Andris juga menularkan ilmu keterampilannya di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Blitar. Andris menegaskan, bahwa kendati berasal dari desa dia bersama teman-temannya yang membantu usahanya tetap bekerja. Tuntutan jaman menjadi pemacu untuk terus berinovasi, meningkatkan derajat ekonomi masyarakat. Juara atau tidak baginya, tetap akan berkarya untuk Indonesia. Andris yang manaungi usahanya dibawah nama Excellent, sementara ini sudah mempunyai reseller di beberapa wilayah antara lain, Surabaya, Lumajang, Jakarta dan Semarang. Penjualannya baik offline maupun online.
Usai mendengarkan paparan dari Andris, tim penilai nasional yang didampingi tim penilai dari Provinsi Jawa Timur dan Kepala Disporbudpar Kabupaten Blitar, Luhur Sejati, melihat hasil karya Andris secara langsung.
Seperti diketahui, sebelumnya, tim penilai pemuda pelopor ini diterima oleh Bupati Blitar, H.Rijanto di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro. Orang nomor satu ini menyampikan harapannya, Andris bisa juara I tingkat nasional. Memberikan inspirasi, motivasi bagi pemuda-pemuda lain di kabupaten dengan julukan Seribu Candi ini. Tim Penilai saat tiba di lokasi disambut jaranan dan tari barong dari pelajar Desa Sanankulon. Juga tari emprak dari Sanggar Tari Ronggo Hadinegoro asuhan Ny.Hj. Ninik Rijanto.(Humas)