Blitar – Tingkat kemiskinan di Kabupaten Blitar sesuai hasil Basis Data Terpadu (BDT) Tahun 2015, mengalami penurunan sekitar 10,22 persen. Ini lebih rendah dari tingkat kemiskinan Jawa Timur yang mencapai 12 persen. Kendati demikian, kemisikinan masih menjadi pekrjaan rumah bagi kabupaten ini. Untuk itu, seluruh Kepala SKPD harus berinovasi dalam rangka mengurangi terus jumlah kemiskinan, sehingga visi Bupati dan Wakil Bupati Blitar,” Menuju  Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju Dan Berdaya Saing,” segera terwujud. Demikian sambutan Bupati Blitar, H.Rijanto saat menghadiri Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Blitar Dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar tentang Pengembangan dan Informasi Pemerintah Kabupaten Blitar di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Rabu, 21 September 2016.

Bupati Blitar juga mengungkapkan, visi dan misi hanya bisa dicapai jika seluruh SKPD kompak melaksanakannya yang notabene berkiblat pada RPJMD yang telah disepakati. SKPD diharapkan juga aktif melakukan koordinasi atau komunikasi dengan BPS sebagai sumber informasi dan data.

Sementara itu, Drs. Sunaryo, M.Si, Kepala BPS Kabupaten Blitar dalam paparannya menyampaikan, metode Pemutakhiran Basis Data Terpadu (PBDT) 2015  melalui Forum Konsultasi Publik Tingkat desa/kelurahan . Ini bertujuan verifikasi keberadaan  Rumah Tangga Sasaran (RTS) didaftar awal. Selain itu melalui pendataan rumah tangga  dengan tujuan pemutakhiran data karakteristik rumah tangga dan anggota rumah tangga hasil  Forum Konsultasi Publik (FKP).

Dijelaskan pula,  pada Tahun 2015, terdapat 120.887 keluarga miskin dari 453.500 keluarga yang ada di Kabupaten Blitar. Kriteria keluarga miskin diantaranya; Luas lantai bangunan tempat tinggal kurang dari 8 M² per orang, Jenis lantai bangunan tempat tinggal terbuat dari tanah/bambu/kayu murahan, Jenis  dinding  tempat  tinggal  terbuat  dari  bambu/rumbia/kayu  berkualitas, rendah/tembok tanpa diplester , Tidak memiliki fasilitas buang air besar/bersama dengan rumah tangga lain, Sumber penerangan rumah tangga tidak menggunakan listrik, sumber air minum berasal dari sumur/mata air tidak terlindung/sungai/air hujan, bahan bakar untuk memasak sehari-hari adalah kayu bakar/arang/minyak tanah. Sumber  penghasilan  kepala  rumah  tangga  adalah  :  petani  dengan  luas  lahan  0,5  ha, buruh  tani,  nelayan,  buruh  bangunan,  buruh  perkebunan,  atau  pekerjaan  lainnya dengan pendapatan di bawah rata-rata Rp. 600.000,- per bulan, atau dengan kata lain, lebih dari penduduk miskin di Kabupaten Blitar bekerja disektor informal, 32, 14 persennya di lapngan usaha pertanian.

Dihadapan undangan yang hadir yakni Seluruh Kepala SKPD, Camat se-Kabupaten Blitar, Kepala BPS Kabupaten Blitar menegaskan, pendidikan tertinggi kepala rumah tangga : tidak sekolah/tidak tamat SD/hanya SD. Juga tidak memiliki tabungan/barang yang mudah dijual dengan nilai Rp. 500.000,- seperti : sepeda  motor  (kredit/non  kredit),  emas,  ternak,  kapal  motor,  atau  barang  modal lainnya.

Seperti diketahui, Penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama Antara Pemerintah Kabupaten Blitar Dengan Badan Pusat Statistik Kabupaten Blitar tentang Pengembangan dan Informasi Pemerintah Kabupaten Blitar oleh Bupati Blitar dengan Kepala BPS Kabupaten Blitar ini disaksikan oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis dan Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Drs. Palal Ali Santoso, MM.(Humas)