Blitar – Penduduk miskin di Kabupaetn Blitar lebih rendah dibanding rata-rata  kabupaten/kota di Jawa Timur. Pada Tahun 2015 sebesar 9,97% sedangkan di Provinsi Jawa Timur sebesar 12,28%. Kendati demikian tetap perlu kerja keras semua pihak untuk mencapai target  penurunan kemiskinan sebagaimana tertuang dalam RPJMD yakni sebesar 9,6% di Tahun 2021 mendatang. Hal ini bisa terwujud dengan kerjasama atau kontribusi pihak perusahaan melalui  Corporate Social Responsibility (CSR). Seperti diketahui, Pemerintah Kabupataen Blitar melalui TKPK melakukan upaya pendataan  program-program CSR yang telah diterima  oleh masyarakat Kabupaten Blitar selama  Tahun 2015-2016. Pendataan ini merupakan kali ketiga setelah Tahun 2014 melakukan hal serupa. Dana CSR  yang terdata pada Tahun 2015-2016  sebesar Rp.3,83 Milyar. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Blitar memberikan apresiasi  kepada beberapa perusahaan yang telah berkontribusi turut memberikan dukungan, partisipasi dalam pembangunan kabupaten ini. Demikian sambutan Wakil Bupati Blitar, Marhaenis saat pembukaan Rapat Koordiansi  dan Fasilitasi Tanggungajwab Sosial  Perusahaan CSR Award di Kampung Coklat, Selasa, 29 November 2016.

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Blitar menyiapkan beberapa insentif  paket kebijakan yang ramah terhadap CSR, diantaranya dua  baliho di Kecamatan Talun dan Kecamatan Srengat yang bisa digunakan  untuk mempublikasikan kegiatan CSR perusahaan, kalender CSR Tahunan terutama bagi yang  menerima penghargaan CSR Award,  dan publikasi di media massa cetak maupun elektronik. Kegiatan  CSR dengan nilai tertentu dapat memanfaatkan fasilitas ini agar dapat mempublikasikan  kegiatan CSR secara gratis, karena  dibiayai oleh APBD. Tentunya hal ini sesuai dengan keterbatasan  alokasi anggaran yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Blitar.

Penghargaan CSR Award ini diberikan secara simbolis oleh Wakil Bupati Blitar kepada;  PT. Mayarangkara Group, PT.Telkom,Tbk, PT.Jatinom Indah Agri, Bank Jatim, PT.HM. Sampoerna, Tbk, PT.PJB UP Brantas, PT.Pertamina, Tbk, KSU Rukun Santoso dan LPP Radio Persada FM.

Sebelumnya, Plt. Kepala Bappeda Kabupaten Blitar,  Eko Susanto, ST, M.Si menyampikan bahwa, kemiskinan di Kabupaten Blitar ini tidak bisa diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Melainkan ada peran aktif stakeholders atau semua pihak yang ada di kabupaten ini. Melalui Tema, Dengan Semangat Gerbang Kawentar Kita Tingkatkan Kepedulian Terhadap Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Melalui Forum CSR,  Pemerintah Kabupaten Blitar berharap, penanggulangan kemiskinan semakin cepat teratasi. Gerbang Kawentar merupakan singkatan Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan  Bagi  Warga  Kabupaten Blitar. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan dari perusahaan yang menanamkan modal di Blitar dan seluruh Sekretaris Camat. Se-Kabupaten Blitar.(Humas)

Skip to content