Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar bertindak cepat dalam menangani berbagai bencana tanah longsor yang melanda beberapa wilayah di kabupaten ini, satu diantaranya di Desa Olak Alen Kecamatan Selorejo. Longsor yang melanda desa ini mengakibatkan sekitar 8 rumah rusak bahkan ada yang terbawa longsor yakni milik Tukinon.  Bupati Blitar, H.Rijanto memerintahkan instansi terkait segera membangun rumah para korban longsor. Sedangkan untuk kebutuhan sehari-hari para korban dibebankan kepada BPBD, Dinas Sosial dan PMI Kabupaten Blitar. Kebutuhan ini disalurkan secara bergantian. Hal ini disampaikan oleh Bupati Blitar saat memimpin rapat pada Minggu (4/12) di Pendopo Ronggo Hadinegoro.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar juga menegaskan, Pemerintah Kabupaten Blitar akan membantu membangun rumah para korban longsor. Bahkan BPBD siap membantu material bangunan sebesar Rp.3000.000 per rumah. Untuk itu, Dinas PU dan Cipta Karya diharapkan melakukan desain rumah untuk mereka. Bupati Blitar juga menyampaikan bahwa, tanah untuk membangun rumah para korban diserahkan kepada pihak Desa Olak Alen. Mengingat, tanah milik para korban kemungkinan kecil untuk kembali ditempati.

Seperti diketahui, Bupati Blitar usai melakukan penutupan Jantiko di Kecamatan Gandusari kembali melakukan kunjungan ke Desa Olak Alen Kecamatan Selorejo pada Minggu malam. Sebelumnya, pada Jumat (2/12) orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini yang didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis serta anggota Forpimda dan beberapa Kepala SKPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar meninjau lokasi bencana longsor di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar, termasuk di Desa Olak Alen. Juga Desa Suru Kecamatan Doko. Jalan yang menghubungkan dengan Desa Slorok maupun Plumbangan tidak bisa dilalui karena sebuah pohon besar roboh melintang juga akibat tanah longsor. Serta jalan pengubung antar kota (Blitar-Malang) yang masuk wilayah Kecamatan Selorejo retak dan membahayakan pengguna jalan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar bersama rombongan di Desa Olak Alen memberikan bantuan kepada 8 Kepala Keluarga korban tanah longsor berupa sembako dan tikar secara simbolis. Saat kunjungan tersebut, Bupati Blitar berharap, bagi para korban tetap sabar. Menurutnya,rumah warga yang terdampak longsor akan segera diperbaiki. Bupati Blitar juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak, TNI/POLRI, relawan serta PMI yang sigap, cepat membantu mengavakuasi anggota keluarga yang rumahnya longsor serta membantu membersihkan jalan akibat longsor.

Catatan Bagian Humas dan Protokol, di Desa Olak Alen ada 8 Kepala Keluarga yang rumahnya terdampak longsor. Mereka diantaranya,  Samuri dengan rumah dan tanah terdampak sekitar 2 are,  Tukinon luas tanah 2 are,  Solihin luas tanah 1,5 are, Eko Suroto luas tanah 5 are, Katinem luas tanah 2 are , Kateni 2 are, Tanto Tohir luas tanah 9 are dan Mustofa 1 are. Untuk rumah yang hancur total  terbawa longsor yakni milik  Tukinon, sedangkan rumah Samuri yang terdampak longsor pada posisi dapur dan saat ini rumah sudah dikosongkan. Para korban untuk sementara menginap di rumah tetangga maupun famili terdekat.

Menindaklanjuti musibah tersebut, Bupati Blitar usai kunjungannya pada Jumat (2/12) tersebut, langsung menggelar rapat dengan anggota Forpimda dan seluruh Kepala SKPD termasuk  Camat seluruh Kabupaten Blitar di Pendopo Ronggo Hadinegoro. Rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Blitar dan didampingi Wakil Bupati Blitar. Bupati Blitar menegaskan, semua pihak harus waspada terhadap bencana, mengingat Kabupaten Blitar termasuk kawasan rawan bencana. Utamanya Kecamatan Wates dan Panggungrejo yang rawan longsor, termasuk Kecamatan Gandusari, Wlingi, Kesamben, Selorejo yang juga rawan longsor. Untuk Kecamatan Wonodadi, Nglegok dan Ponggok rawan puting beliung.

Sementara wilayah selatan seperti Tambakrejo, Pasur dan Serang rawan tsunami. Untuk itu Bupati Blitar meminta para Camat selalu berkoordinasi dengan Muspika setempat  dalam memantau kondisi di lapangan. Jika ada kejadian bencana segera ditangani secara bergotong royong, spontan dan melakukan perbaikan. Intinya Kabupaten Blitar harus selalu dijaga bersama-sama, mengingat cuaca ekstrim masih akan berlangsung sampai dengan bulan Maret 2017.(Humas)