Blitar – Disampaikan oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, Mashudi. Penyebab kematian puluhan sapi dan kambing mendadak di beberapa Kecamatan seperti Srengat, Wonodadi, dan Udanawu saat ini masih belum terpecahkan karena hasil Uji Laboratorium sample sapi dan kambing yang dikirim ke Balai Besar Veteriner Jogjakarta masih belum keluar, sehingga secara pasti penyebab kematian puluhan sapi dan kambing di wilayah Blitar Barat belum diketahui. Mashudi membantah, bila penyebab kematian puluhan sapi dan Kambing diakibatkan oleh merebaknya bakteri berbahaya jenis Antrax, walaupun kematian hewan ternak ruminansia ini menyebar. Menurutnya, hal ini bisa terjadi akibat curah hujan yang tinggi sehingga membuat parasit naik keatas rumput yang kemudian oleh peternak diberikan sebagai pakan ke hewan ternak miliknya, yang membuat sapi dan kambing menjadi kembung atau keracunan yang bisa saja karena penanganan terlambat yang berdampak pada kematian hewan ternak. Mashudi mengatakan, masyarakat tak perlu panik akan adanya isu – isu merebaknya virus Antrax, karena hasil Uji Laboratorium sampel yang diambil dari hewan ternak belum keluar dan diperkirakan hasilnya akan diketahui pekan depan. (RIZ-Dishubkominfo)

Skip to content