Blitar – Bupati Blitar H.Rijanto memberikan apresiasi kepada para penyandang disabilitas yang tetap semangat dan berkarya untuk masyarakat. Kendati mereka mempunyai kekurangan secara fisik, namun hasil karya mereka bisa dinikmati oleh banyak orang. Misalnya jahitan baju, aneka kerajinan  dan lain sebagianya. Harapannya, kedepan para penyandang disabilitas tetap aktif mengikuti pelatihan-pelatihan, menimba ilmu dengan baik. Sehingga kemandirian dan kesejahteraan dapat terwujud. Hal ini diungkapkan oleh Bupati Blitar saat pembukaan  kegiatan Penguatan Kelembagaan Penyandang Disabilitas, Berbasis Keluarga, Komunitas Government Dalam Rangka Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2016 di Pendopo Ronggo Hadinegoro, Kamis, 01 Desember 2016.

Bupati Blitar juga menyampaikan, para penyandang disabilitas ini mempunyai hak yang sama dengan warga yang mempunyai fisik sempurna. Pemerintah wajib untuk memberikan pelayanan, perhatian dan perlindungan. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga memberikan apresiasi kepada Dinas Sosial Kabupaten Blitar yang telah menyelenggarakan kegiatan HDI  meskipun mendahului kegiatan HDI secara nasional yang akan dilaksanakan di Jember pada 3 Desember 2016 mendatang. Melalui Tema, “Membangun Masyarakat Inklusif Adil dan Berkesinambungan Bagi Penyandang Disabilitas Untuk Indonesia Yang Lebih Baik,” Bupati Blitar mengajak seluruh elemen masyarakat, pemangku kepentingan terus memberikan dukungan, semangat kepada para penyandang disabilitas untuk tetap sabar, kuat, berkarya dan berinovasi demi meningkatkan kesejahteraan mereka.

Hal senada juga disampaikan oleh KH.Zamroji yang juga Ketua MUI Kabupaten Blitar. Dalam tausiahnya, KH.Zamroji menegaskan, penyandang disabilitas berhak untuk mendapat perhatian, bahkan ini ditegaskan dalam Islam. Bahwa setiap umat wajib untuk memberikan penghormatan kepada penyandang disabilitas. Ini tanpa membedakan suku, agama maupun ras. KH.Zamroji juga mengingatkan, meskipun mempunyai fisik yang tidak sempurna, namun harus diyakini, Allah merencanakan sesuatu sangat baik untuk umatnya. Apapun kondisinya harus tetap disyukuri.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial, Romelan, S.Pd, M.Pd dalam laporannya mengungkapkan,  jumlah penyandang disabilitas di Kabupaetn Blitar sekitar 6.774 orang, dengan rincian disabilitas cacat tubuh sekitar 2.518 orang, tuna netra 899 orang, disabilitas tuna rungu 1.345 orang, disabilitas cacat intelektual sekitar 1.579 orang, dan cacat berat sekitar 272 orang. Sedangkan penyandang bekas penyakit kronis sekitar 161 orang. Dijelaskan pula, selama ini Dinas Sosial Kabupaten Blitar menjalin kemitraan dengan beberapa pihak demi mewujudkan penyandang disabilitas yang maadniri dan sejahtera. Kemitraan itu antara lain dengan Sub Dit Rehabilitasi Kementerian Sosial, Balai Rehabilitasi Kementerian Sosial, Panti Sosial Tabanan Bali, Panti Sosial di Surakarta Jawa Tengah, Balai Rehabilitasi di Temanggung Jawa Tengah, UPT. Dinas Sosial Jawa Timur  bagi cacat tubuh serta dengan Universitas Brawijaya.

Lebih lanjut Romelan, S.Pd, M.Pd menjelaskan, pada Tahun 2017 di Desa Resapombo Kecamatan Doko dicanangkan sebagai kampung peduli disabilitas intelektual. Ini dilihat dari partisipasi masyarakat serta perlindungan terhadap disabilitas intelektual. Juga sebagai upaya untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan sosial. Disampaikan pula, pada Tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Blitar  mengalokasikan anggaran 2,7 Milyar kepada 900 lansia yang usianya 70 tahun keatas dengan bantuan masing-masing Rp.200.000 per bulan. Untuk lansia sebatang kara pemberian paket sembako sebanyak 200 paket, untuk penyandang disabilitas juga mendapatkan sembako sebanyak 300 paket. Selain itu, bantuan kepada 22 LKSK. Per anak Rp.50.000 per bulan . Dan sementara ini hanya 15 anak selama satu tahun akan mendapatkan bantuan tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, ada pemberian bantuan secara simbolis oleh Bupati Blitar kepada para penyandang disabilitas berupa 1 kursi roda, 2 buah kruk, 7 buah alat bantu dengar, 3 buah tongkat putih, 2 unit kaki palsu. Juga diserahkan bantuan untuk 15 gelandangan dan pengemis yakni berupa 9 stel perlengkapan bakso termasuk bahan untuk berjualan di hari pertama, dan 6 stel perlengkapan pembuatan mie ayam. Pemberian bantuan ini sebagai tindak lanjut pelatihan kepada 15 orang selama 15 hari pada 9-24 Agustus 2016. Bupati Blitar juga menyerahkan 20 seragam (PDH, PDL, ransel, lampu dan lain-lain) bagi 20 anggota Tagana. Anggota Tagana ini telah mengikuti Diklat di Pantai Tambakrejo beberapa waktu lalu. Sementara untuk KUBE PKH diberikan kepada 80 kelompok sebesar  Rp.80.000.000 masing-masing kelompok mendapatkan Rp.1.600.000. Dan bantuan RKH sebanyak 90 rumah dengan total anggaran Rp.15.000.000, masing-masing sebesar Rp.1.350.000.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPRD Kabupaetn Blitar, Anggota Forpimda, perwakilan dari Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya Malang, Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, dan Pertuni,  juga diacarakan pemotongan tumpeng oleh Bupati Blitar.(Humas)

Skip to content