Blitar – Dalam rangka untuk menyikapi harga telur yang terus anjlok, perwakilan dari peternak Blitar raya telah mendapatkan undangan dari Pemerintah Pusat, yakni Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Undangan tersebut untuk melakukan pertemuan dengan asosiasi peternak seluruh Indonesia, perusahaan di bidang peternakan dan pihak terkait lain nya. Hal itu dilakukan untuk mencari solusi mengenai anjloknya harga telur yang berkepanjangan. Bupati Blitar Rijanto menyampaikan, bahwa pihaknya sudah memilih beberapa peternak yang mengikuti pertemuan tersebut dan akan didampingi oleh Pemkab Blitar. Sementara itu dikonfirmasi secara terpisah, Ketua Himpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia Yudianto Yogiarso menuturkan, dalam pertemuan ini akan dilakukan pembahasan tentang Peraturan Menteri Nomor 61 Tahun 2016 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras, yang dinilai sangat merugikan peternak rakyat. Yudi mengaku, ada beberapa hal yang tidak sesuai dan tidak berpihak pada peternakan rakyat perlu direvisi. Diantaranya dikembalikannya budidaya ayam yang saat ini dilakukan oleh perusahaan pakan (feedmill), masuknya telur breeding ke pasaran, dan aturan tentang afkir yang merugikan peternak rakyat. Menurut Yudi jika aturan yang merugikan peternakan rakyat dirubah atau direvisi maka nantinya diharapkan harga telur akan kembali stabil dan tidak merugikan para peternak rakyat. (RIZ-Diskominfo)
Info Terbaru
- Pemkab Gelar Rapat Koordinasi Forkopimda: Bahas Kesiapan Pilkades, Karhutla, hingga Ketertiban Umum
- Bupati Blitar Tinjau Infrastruktur, Lepas Tukik, dan Salurkan Berbagai Bantuan Sosial di Wates dan Binangun
- Festival Harlah ke-7 Sabilu Taubah, Bupati Blitar Dorong Semangat Kepedulian dan Pemberdayaan
- Lomba Parade Baris-Berbaris Kreasi Tingkat Pelajar se-Kabupaten Blitar
- Pemkab Blitar Lakukan Upacara Adat Jamasan Kyai Pradah