Blitar – Anak adalah aset keluarga dan bangsa. Anak usia dini harus dipupuk secara emosional, spiritual sehingga tumbuh dan berkembang lebih kreatif, inovatif serta berkarakter luhur. Untuk itu SDM yang menanganinya harus professional dan berkulaitas. Mengingat anak yang nantinya menjadi penerus cita-cita bangsa. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis saat menjadi pembina upacara HUT IGTKI PGRI ke-67 dan Gebyar Hari Anak Nasional Tahun 2017 di Halaman Kantor Bupati Blitar di Kanigoro, Selasa (23/5).

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan bahwa, untuk mendongkrak kreatifitas dan inovasi dari anak, guru TK hendaknya tidak hanya berpikir bekerja sebagai pendidik, namun harus lebih profesional.  Tugas para guru akan berhasil dengan baik jika dibarengi dengan dengan dedikasi yang tinggi, melindungi dan memberikan kasih sayang yang tulus. Diakhir sambutannya, Wakil Bupati Blitar menegaskan, jasa guru tidak akan terbalaskan. Guru memang pahlawan tanpa tanda jasa. Wakil Bupati juga mengharapkan, anak-anak Kabupaten Blitar kelak ada yang bisa menjadi pejabat publik di negeri ini.

Sebelumnya, Ketua Penyelenggara kegiatan tersebut, Ny.Totok Soebihandono dalam laporannya menyampaikan, kegiatan HUT IGTKI PGRI dan HAN diawali dari beberapa minggu lalu dengan berbagai macam lomba baik untuk Guru TK maupun siswanya. Peserta yang hadir sekitar 2.500 orang. Kegiatan untuk mendukung acara ini antara lain, bazar dengan peserta hasil produk unggulan dari masing-masing UPTD se-Kabupaten Blitar, lomba mewarnai anak dan orang tua serta senam simpei oleh seluruh peserta upacara HUT IGTKI PGRI ke-67 dan Gebyar Hari Anak Nasional Tahun 2017.

Upacara HUT IGTKI PGRI ke-67 dan Gebyar Hari Anak Nasional Tahun 2017 ditandai dengan pemotongan pita balon udara oleh Wakil Bupati Blitar diteruskan dengan senam simpai oleh para peserta upacara. Setelah itu Wakil Bupati Blitar yang didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, anggota Forpimda serta beberapa Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Blitar, Ketua TP PKK dan Wakil TP PKK mengunjungi stand-stand bazaar. Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Blitar dan undangan yang hadir melakukan tasyakuran bersama di Pendopo Sasana Adhi Praja.  Tasyakuran ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Wakil Bupati Blitar yang diserahkan kepada Ketua IGTKI Kabupaten Blitar. Dibacakan pula, berbagai prestasi dalam kegiatan tersebut. Juara lomba bola voli putri oleh grup voli guru TK Kec. Sanankulon, lomba tari tingkat provinsi Jawa Timur meraih juara II dan harapan tiga untuk lomba bernyanyi dan bercerita Tingkat Provinsi Jawa Timur.

Seperti diketahui, pada tanggal 22 Mei 1950, 36 orang guru dan penyelenggara TK berkumpul di Jakarta dan bersepakat untuk mendirikan organisasi sebagai wadah guru TK seluruh Indonesia. Maka pada saat itu berdiri Persatuan Guru TK Indonesia (PGTKI) di Jakarata. Tahun 1969 pada Kongres I PGTKI di Bandung mulai disusun AD/ART dan membuat keputusan untuk merubah nama menjadi Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia yang disingkat IGTKI dengan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IGTKI adalah Ibu Sri Prabandari Soedardjo.Tahun 1975 diadakan Kongres II di Asrama Haji Cempaka Putih Jakarta dengan membuat keputusan tentang Administrasi yaitu Kode Index Surat. Tahun 1980 Kongres III diadakan di Semarang, bekerja sama dengan 3 Komponen Pendidikan TK yaitu Dinas Pendidikan, GOPTKI, dan IGTKI. Terpilih sebagai Ketua Umum PB adalah Ibu B.E.F. Montolalu. Tahun 1985 Kongres IV di Wisma Wiladatika Cibubur Jakarta. Diputuskan untuk manunggal dengan PGRI dan mandiri sebagai IGTKI. Dengan nama IGTKI-PGRI. Perubahan nama juga terjadi pada Pengurus Besar menjadi Pengurus Pusat. Tahun 1990 Kongres V di Yogyakarta mengambil keputusan sebagai berikut : Kongres dan Porseni di selenggarakan di Jakarta dan untuk Konpus di selenggarakan di daerah secara bergilir. Tahun 1995 Kongres VI di Jakarta dengan keputusan tentang Buku-buku Organisasi disamakan dengan PGRI serta Program peningkatan Mutu Profesi Guru TK Indonesia. Tahun 2000 Kongres VII di Bandung. Terpilih sebagai Ketua Umum PP adalah Hj. Opih Zainal. Tahun 2005 Kongres VIII di Jakarta mengambil keputusan tentang Pembentukan Tim Pembinaan Organisasi dan Profesi. Tahun 2010 Kongres IX di Jakarta terpilih sebagai Ketua Umum PP Masa Bakti IX Th 2010-2015 Farida Yusuf, M.Pd. (Humas)

Skip to content