Blitar – Tanaman obat keluarga (toga) mempunyai peran untuk memelihara kesehatan, menjadikan indah pada lingkungan, turut meningkatkan gizi pada keluarga, juga sebagai sarana edukasi tentang obat tradisional. Tidak heran jika, banyak masyarakat yang membentuk kelompok toga, satu diantaranya Kelompok Asuhan Mandiri Turi Putih. Kelompok ini menjadi salah satu nominator pada lomba Kelompok Asuhan Mandiri Toga dan Akupresur Tingkat Provinsi Jawa Timur 2017. Bahkan kedepan, Di Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi ini akan dikembangkan menjadi Kampung Toga. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Blitar, Marhaenis saat menerima Tim penilai lapangan lomba tersebut, Selasa (25/7), Di Desa Kebonagung, Kecamatan Wonodadi.
Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kelompok Asuhan Mandiri Turi Putih yang telah tekun memelihara toga dan memanfaatkannya, tidak hanya bagi keluarga namun juga bagi masyarakat luas. Menurut Wakil Bupati Blitar, toga merupakan warisan dari neenk moyang yang memang ahrus dielstarikan. Pelestarian toga akan mampu meningkatkan pendapatan keluarga. Mengingat toga sangat bermanfaat untuk kebugaran, mencegah penyakit dan daya tahan tubuh. Disampaikan pula oleh Wakil Bupati Blitar, yang patut mendapat apresiasi adalah inovasi-inovasi yang telah dicetak oleh kelompok ini, yakni pembuatan es krim kurkuma yang membantu meningkatkan nafsu makan balita. Untuk itu, harapannya Kelompok Asuhan Mandiri Turi Putih bisa menjadi jawara dan mewakili Provinsi Jawa Timur ke tingkat nasional.
Seperti diketahui, usai melakukan sambutan, Wakil Bupati Blitar beserta beberapa undangan yang hadir di acara tersebut, mendampingi tim penilai untuk meninjau secara langsung tanaman toga dari Kelompok Asuhan Mandiri Turi Putih.(Humas)