Blitar – Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan Rovinsi Jawa Timur yang diwakili oleh Kepala Bidang Kelautan Pesisir dan Pengawasan, Ir. Fatkhur Rozaq, M.Si memberikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Blitar yang telah menyelenggarakan kegiatan sosialisasi dan Gerakan Pesisir Berseri (Bersih dan Lestari), Minggu (20/8) di Pantai Serang, Desa Serang, Kecamatan Pangungrejo. Kegiatan ini bukan kegiatan biasa, karena selain bersih-bersih pantai juga  launching atau pelepasliaran tukik (anak penyu). Kegiatan ini bisa dicontoh bagi daerah lain. Rangkaian kegiatan ini menumbuhkan kepedulian untuk melestarikan lingkungan pantai serta pengelolaan sampah. Sampah menjadi lebih bernilai. Untuk itu, potensi yang ada harus senantiasa dikelola dengan baik mengingat sebagai salah satu cara untuk menghindari bencana. Jaga laut, karena laut milik masyarakat dan warisan untuk anak cucu.

Ditempat yang sama, Bupati Blitar, Drs. H.Rijanto, MM dalam sambutannya menyampaikan bahwa,  kegiatan sosialisasi  Gerakan Pesisir Berseri oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur yang direspon cepat oleh Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Blitar ini bertujuan antara lain menanggulangi pencemaran  pesisir pantai dan laut. Kegiatan Gerakan Pesisir Berseri ini antara lain melakukan penanaman bibit pohon cemara udang sebanyak 150 batang, penanaman bibit pohon mangrove 75 batang, kegiatan bersih-bersih pantai serta pelepasliaran tukik sekitar 600 ekor. Proses penetasan tukik dilaksanakan oleh Kelompok Masyarakat Penagwas Kelautan dan Perikanan (Pokmaswas) Bina Samudra Desa Serang, Kecamatan Panggungrejo. Kelompok ini melakukan plestarian penyu dnegan biaya swadaya.  Diharapkan, Desa Serang untuk melakukan kegiatan serupa seperti ini tidak hanya kali ini atau saat tertentu saja, namun berkelanjutan, dan harus sudah menjadi tradisi melestarikan alam. Ini juga sebagai persiapan untuk menghadapi Serang Festival pada bulan September 2017 mendatang. Desa Serang secara umum juga harus dikelola dengan baik. Masyarakat agar terus giat melakukan inovasi dan mengembangkan usaha tradisional menjadi usaha ekonomi kreatif, edukatif. Supaya Pantai Serang menjadi tujuan wisata yang indah, nyaman dan mempunyai karateristik khusus. Mengingat Pantai Serang  diarahkan sebagai ekowisata bahari.

Bupati Blitar juga mengungkapkan, di Kabupaten Blitar juga giat melakukan budidaya udang dan ikan untuk air payau pada tambak seluas 800 ha. Ini karena didukung perairan laut di kawasan Blitar yang belum tercemar. Bukan itu saja, di Kabupaten Blitar juga mulai budidaya rumput laut. Bahkan pabrik pengolahan rumput laut sebagai bahan agar-agar ini sudah dipunyai oleh Kabupaten Blitar, tepatnya berada di Desa Jugo, Kecamatan Kesamben. Namun, selama ini rumput laut masih banyak mendatangkan dari luar Pulau Jawa. Terkait hal ini, budidaya rumput laut di Kabupaten Blita harus ditata ulang atau dikembangkan, sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar Pulau Jawa.

Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan usul kepada Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Jawa Timur dan Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut  Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada di Denpasar, agar membantu perangkat lunak dan atau fasilitas fisik sebagai sarana konservasi penyu kepada kelompok Pokwamas Bina Samudra. Supaya pelestraian habitat penyu bisa berlangsung terus menerus, sehingga bermanfaat sebagai kegiatan pariwisata. Terutama wisata edukasi kepada anak-anak, mengajarkan mereka pentingnya melestarikan habitat laut. Bupati Blitar juga mengharapkan, Tahun 2018 Pelabuhan Perikanan Tambakrejo bisa terealisasi dan dimanfaatkan dengan optimal. Mulai dari produksinya di laut, didaratkan di Pelabuhan Perikanan sampai pengolahan untuk diekspor.

Diakhir sambutannya, Bupati Blitar berpesan kepada seluruh elemen, institusi terkait, masyarakat pesisir pantai, nelayan, pemerhati lingkungan untuk terus menggali potensi dan inovasi serta melakukan koordinasi dalam mengelola, mempertahankan, melestarikan alam ini guna kepentingan masyarakat Kabupaten Blitar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaetn Blitar, Ir.Mashudi juga menyampaikan bahwa sosialisasi dan gerakan Pesisir Berseri ini bertujuan untuk  memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan dan mencegah pencemaran dari sampah.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar, Perwakilan dari Dinas Kelautan dan Perikanan  Provinsi Jawa Timur dan dari Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut  Kementerian Kelautan dan Perikanan yang berada di Denpasar serta undangan yang hadir melepasliarkan tukik di Pantai Serang. Kegiatan tersebut nampak mendapat perhatian pengunjung Pantai Serang. (Humas)

Skip to content