Blitar – Saat ini peternak ayam petelur di kabupaten Blitar merasa tenang, karena harga telur setiap hari masih stabil atau bahkan sempat  mengalam sedikiti kenaikan. Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Paguyuban Peternak Rakyat Nasional  (PPRN) Blitar Sukarman pada Rabu,  22/11. Ia mengakui, program yang dicanangkan oleh Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan membuat harga telur di pasaran tetap stabil. Dengan adanya aturan ini, harga telur berangsur merangkak naik, dimana tercatat mulai Juli 2017 dari dikisaran Rp. 16.500 menjadi Rp. 18.500 per kilogramnya dan saat ini menyentuh Rp. 20.000. Sukarman memperkirakan, kemungkinan harga telur masih akan merangkak naik, apalagi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru. Sukarman menambahkan,  aturan yang berlaku saat ini diantaranya adalah pengurangan 25% populasi ayam petelur di Blitar, pengawasan distribusi pakan ayam dari satgas pangan melalui  Bulog, dan juga adanya pembatasan peredaran telur breeding dari para integrator.

Seperti diberitakan sebelumnya, Ditjen PKH, I Ketut Diarmita sampai dua kali ke Blitar setelah aksi demo di kalangan peternak Blitar. Peternak menggelar demo skala besar sampai didepan Istana Negara Jakarta karena harga telur anjlok di kisaran Rp. 13.300 per kilogram. (RIZ-Diskominfo)

Skip to content