BLITAR-Pemerintah Kabupaten Blitar melalui Dinas Komunikasi
dan Informatika (Kominfo) kembali menggelar sosialisasi di bidang cukai dan
rokok ilegal. Sosialiasi “Informasi Barang Kena Cukai dan Penanggulanganya” di
Foresto Hall, Kampung Cokelat, Selasa (5/11/2019).

Sosialiasi ini menghadirkan dua narasumber, yakni Biro
Perekonomian Setda Provinsi Jawa Timur dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea
dan Cukai Blitar. Kepala Seksi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Bea Cukai
Blitar, Hendro Trisulo selaku narasumber pertama di kesempatan ini
menyampaikan, cukai merupakan salah satu penerimaan negara yang masuk dalam
APBN. Dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga penerimaan cukai,
karena manfaatnya besar untuk pembangunan. Sosialisasi diikuti 160 pedagang
rokok dari seluruh wilayah Kabupaten Blitar. Acara dibuka oleh Sekretaris Dinas
Kominfo Kabupaten Blitar, Luluk Ismojo mewakili Kepala Dinas Kominfo.

“Saat ini masih cukup sering ditemukan pedagang yang menjual
rokok tanpa cukai atau cukai palsu. Rokok ilegal, selain merugikan Negara,
penjualnya juga terancam sanksi hukum. Oleh sebab itu dari sosialisasi ini
pedagang bisa memahami betapa pentingnya menjual rokok resmi dan menghindari
menjual rokok ilegal,” ungkap Murlina, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi
Publik (IKP) Dinas Kominfo Kabupaten Blitar.

Sementara itu Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Luluk
Ismojo dalam sambutannya menyampaikan, sesuai dengan Undang Undang Cukai Nomor
39 Tahun 2007 Tentang larangan menjual rokok ilegal akan mendapatkan sanksi
pidana dan administrasi. Sanksi diberikan baik kepada mereka yang menjual atau
mengedarkan rokok polos tanpa pita cukai resmi. Selain itu, sanksi juga
diberikan kepada mereka yang membeli atau mengkonsumsinya.

“Pemanfaatan pajak dari cukai rokok yang telah dimanfaatkan
oleh Negara. Salah satunya untuk pembangunan infrastruktur jalan ataupun
irigasi di daerah-daerah pertanian. Juga untuk pelatihan dan pembinaan petani
tembakau dan pengelolaan tembakau paska panen, pelatihan UKM dalam rangka
meningkatkan ketrampilan masyarakat, yang tentu harapannya adalah meningkatkan
taraf hidup masyarakat,” terang Luluk.

Dana cukai juga dipergunakan untuk pembangunan di sektor
infrastruktur dan kesehatan. Di Kabupaten Blitar berkat sinergitas yang baik,
masyarakat telah dapat merasakan manfaat dari pembangunan yang bersumber dari
Dana Cukai.

“Dana cukai juga digunakan untuk peningkatan sarana dan
prasarana perdagangan, misalnya renovasi pembangunan beberapa pasar diantaranya
pasar Doko, Talun dan Wlingi. Sementara di bidang kesehatan, dana cukai
dipergunakan untuk peningkatan prasarana kesehatan dengan membangun fasilitas
kesehatan, contohnya rehab gedung Puskesmas, pengadaan alat-alat kesehatan dan
pembayaran klaim BPJS bagi warga kurang mampu agar mendapatkan layanan
kesehatan gratis,” ungkap Luluk. Luluk juga mengajak kepada seluruh masyarakat
untuk meningkatkan pemahaman tentang peraturan perundang-undangan cukai. Serta
dampak apa yang diperoleh masyarakat dari pajak cukai.

“Agar penerimaan cukai optimal, maka rokok ilegal harus kita
berantas. Kalau rokok ilegal itu bisa diberantas, rokok ilegal bisa kita tekan,
maka harapan kami penerimaan bea cukai bisa meningkat. Dengan meningkatkan
penerimaan negara dari sektor cukai, dari sektor bea masuk, dari sektor bea
keluar, maka beban pemerintah untuk mengelola keuangan negara akan lebih bagus
lagi, dan ini kembalinya kepada masyarakat lagi,” paparnya.

Hendro Trisulo menambahkan, dalam razia rokok ilegal pihaknya masih sering menemukan peredaran rokok ilegal, baik itu rokok tanpa cukai, rokok dengan pita cukai palsu, maupun rokok dengan pita cukai bukan peruntukan. Rokok rokok ilegal tersebut ditemukan Bea Cukai di daerah pelosok, salah satunya wilayah pesisir pantai. “Dengan adanya sosialisasi ini, kami harapkan masyarakat paham bahwa itu (menjual rokok ilegal) melanggar UU. Karena menjual rokok ilegal itu ada pidananya, jangan sampai masyarakat di pinggiran, di pelosok, terkena jerat hukum karena tidak paham aturan terkait bisnis ilegal. Dan kami harapkan pula dengan sosialsiasi ini pendapatan negara dari sektor cukai bisa meningkat,” tandasnya.

 

Skip to content