BLITAR KAB – Pemkab Blitar terus berkomitmen membentuk masyarakatnya menjadi madiri dan berdaya, tidak ketinggalan pada pesantren-pesantren di Kabupaten Blitar. Kini dengan adanya program One Pesantren One Product (OPOP) ke depan mampu mencentak pesantren yang mandiri secara ekonomi.
Hal ini yang menjadi bahasan penting di FGD OPOP di Kabupaten Blitar yang diselenggarakan oleh Bappeda pada hari Kamis (9/12/2021) di Ruang Pola Bappeda.
Acara tersebut dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blitar, Drs. Izul Marom., MSc dan dihadiri oleh seluruh anggota Tim Penguatan dan Pengembangan Program OPOP Kabupaten Blitar baik dari perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Blitar terkait, pondok pesantren, serta stakeholder lainnya, baik melalui daring maupun luring. Serta dipandu sebagai moderator Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Khusna Lindarti, SSTp. MM
Dengan menghadirkan 4 narasumber yang berkompeten antara lain Fance Indriyanto A, SE selaku Plt. Kasi Usaha Simpan Pinjam pada Bidang Pembiayaan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur, Mohammad Ghofirin selaku Sekretaris Umum program OPOP Prov Jatim, Munjil Anam selaku sekretaris Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Sidogiri Kabupaten Pasuruan, serta Bambang Adi Hapseno selaku pengurus Yayasan Pesantren Indonesia Kreatif (APIK) Kabupaten Blitar.
FGD terkait program andalan Pemprov Jawa Timur ini menjadi awal yang baik untuk memberikan pemahaman secara utuh kepada anggota tim OPOP terhadap latar belakang serta maksud dan tujuan. Selain itu juga untuk mengetahui faktor kunci sukses pengembangan OPOP di daerah lain.
Sehingga harapannya pesantren-pesantren di Kabupaten Blitar semakin mandiri dan mampu meningkatkan kontribusinya dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Mandiri pesantrennya, mandiri santrinya dan mandiri alumni pesantrennya.