Blitar – Desa/Kelurahan Siaga merupakan kegiatan dari, oleh dan untuk masyarakat. Sehingga dilaksanakan atas dasar kemampuan dan kemauan masyarakat dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Atau dengan kata lain, dengan keberadaan Desa/Kelurahan Siaga berperan strategis dalam mempercepat terwujudnya masyarakat desa/kelurahan yang peduli, tanggap dan mampu mengenali, mencegah serta mengatasi masalah kesehatan secara mandiri. Demikian ungkapan Wakil Bupati Blitar, H.Rijanto saat membacakan sambutan Bupati Blitar, H.Herry Noegroho pada kegiatan penerimaan Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur di Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon, Selasa (22/9).

            Lebih lanjut diungkapkan, gerakan Desa/Kelurahan Siaga  di setiap desa se-Kabupaten Blitar dilaksanakan terpadu baik dari perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, monitoring dan evaluasinya, termasuk di Desa Purworejo. Desa yang notabene sebagai nominator 6 besar dari  sekitar 8505 desa di 38 Kabupaten/Kota pada Jawa Timur dalam lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun2015.

            Menurut Wakil Bupati Blitar, Desa Purworejo memang layak untuk menjadi nominator dalam lomba tersebut. Pasalnya, desa dengan penduduk sekitar 8920 jiwa tersebut memang sudah tanggap dan mandiri terhadap kesehatan. Hal ini didukung beberapa fasilitas kesehatan seperti ambulance yang merupakan swadaya dari warga Desa Purworejo. Selain ada yang berfungsi untuk mengangkut jenasah, ambulance dan motor kesehatan difungsikan sebagai sarana siaga bagi kesehatan masyarakat. Sehingga, desa yang sudah kaya akan prestasi tersebut memang layak untuk mendapatkan yang terbaik dari kegiatan Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2015.

            Dalam kesempatan tersebut, Suyatmi Ketua Forum Desa Siaga Aktif dalam paparannya dihadapan Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur menjelaskan,  di desa tersebut juga terdapat Puskesmas Pembantu sehingga memudahkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Bagi keluarga yang memiliki  ibu hamil, pihak keluarga akan turut diperiksa. Tujuannya sebagai langkah antisipasi jika ibu hamil memerlukan donor darah. Mengingat di Desa Purworejo juga terdapat kelompok sadar donor darah yang setiap 3 bulan sekali aktif melakukan donor darah. Selain itu, memasang stiker pada keluarga yang terdapat ibu hamil.  Suyatmi yang juga Ketua TP PKK Desa Purworejo mengungkapkan, program inovasi  lain di Desa Purworejo yakni, terdapat bank sampah yang sudah berdiri sejak 2011, antisipasi narkoba yang melibatkan ibu-ibu di Desa Purworejo misalnya sosialisasi melalui yasinan. Hal lain yang bisa ditemui di desa ini yakni, adanya Kelompok Peduli Lingkungan (Kompling) yang beranggotakan 83 orang, biogas di 20 titik serta memaksimalkan Rumah Pangan Lestari dengan pemanfaatan pekarangan rumah untuk tanaman sayur dan buah.

            Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur, drg. Fitria Dewi, M.Si memberikan apresiasi terhadap kekompakan masyarakat dan jajaran Pemerintah Kabupaten Blitar. Harapannya, dalam Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur, Kabupaten Blitar menjadi salah satu juara dari sekian desa/kelurahan nominator. Dengan lomba desa/keluarga siaga aktif tersebut juga mampu mewujudkan Kabupaten Blitar Sehat, Jawa Timur Sehat yang pada akhirnya Indonesia Sehat bisa tercapai. Sekedar diketahui, Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2015 diantaranya dari TP PKK Provinsi Jawa Timur, Biro Kesra, Bapemas, dan Seksi Gizi Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

            Ditempat yang sama, Kepala Desa Purworejo, Suwarno berharap, dalam Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2015, bisa meraih Juara I.  Ini menyusul prestasi-prestasi lain yang telah diraih oleh desa ini, diantaranya, pada Tahun 2015 Juara II Lomba Desa Kencana Tingkat Kabupaten Blitar, untuk Tingkat Provinsi Jawa Timur pada Tahun 2014 meraih  prestasi Desa BERSERI Kategori Mandiri. Sedangkan pada event nasional, Desa Purworejo yang juga menjadi desa percontohan tingkat nasional berdasarkan SK Mendagri No.103/III/Tahun 2010, pernah meraih penghargaan Peserta KB Lestari Teladan Terpilih 15 Tahun serta Piagam Penghargaan Raksa Niata Sebagai Pelaksana Terbaik Nasional Menuju Indonesia Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia.

            Sekedar catatan, sebelumnya Tim Penilai Lomba Desa/Kelurahan Siaga Aktif Tingkat Provinsi Jawa Timur yang berjumlah sekitar 15 orang tersebut diterima oleh Bupati Blitar, H.Herry Neogroho di Pendopo Agung Ronggo Hadinegoro. Kemudian Ketua Tim Penilai dan rombongan  ini didampingi Wakil Bupati Blitar beserta beberapa Kepala SKPD menuju Desa Purworejo Kecamatan Sanankulon. Sampai di lokasi, tim penilai disambut simulasi tanggap kesehatan oleh masyarakat setempat. Sebelum beraudience dengan masyarakat Desa Purworejo, tim penilai melihat tanaman toga di halaman kantor balai desa tersebut. Usai tatap muka dengan warga, mereka melakukan kunjungan ke lokasi penilaian. (Sumber Berita : Humas)

Skip to content