Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar gencar mempromosikan potensi yang ada di wilayah ini. Hal ini terbukti, berbagai kegiatan dilaksanakan dibeberapa lokasi wisata, diantaranya kegiatan upacara pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44. Pada hari Kamis, 19 Mei 2016, kegiatan ini akan dipusatkan di Pantai Peh Pulo Desa Sumbersih Kecamatan Panggungrejo.
Tema kegiatan ini , “Dengan Bulan Bhakti Gotong Royong (BBGRM) Masyarakat Kita Dayagunakan Peran Lembaga Kemasyarakatan Sebagai Mitra Pemerintah Desa dan Kelurahan”. Ini akan cepat terwujud jika mengaplikasikan pesan yang selalu diungkapkan Bupati Blitar, H.Rijanto dalam berbagai kesempatan yakni, “Guyub Makaryo Murih Santoso.” (Bekerja Dengan Kompak Untuk Mencapai Hasil Maksimal).
Bupati Blitar, H.Rijanto menegaskan, pada peringatan BBGRM ini selain mempromosikan pantai Peh Pulo dan Desa wisata yakni Desa Sumbersih juga untuk meningkatkan semangat gotong royong. Pasalnya, diakui atau tidak, semangat gotong royong era sekarang ini mulai pudar. Untuk itu, diharapkan masyarakat tetap memegang semangat gotong royong, mengingat gotong royong warisan leluhur.
Dalam kesempatan tersebut juga diacarakan kegiatan bakti sosial oleh TP PKK Kabupaten Blitar, diadakan pula kegiatan penghijauan. Sebelumnya, sebagai rangkaian kegiatan (BBGRM) XIII dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke 44 ada lomba gotong royong masyarakat yang sudah berlangsung sejak bulan Pebruari 2016.
Gerakan Beli dan Bela Blitar, Pemkab.Blitar Gencar Lakukan Inovasi dan Promosi
Pemerintah Kabupaten Blitar semakin inovatif dan terus menunjukkan prestasinya. Ini terbukti dengan bertambahnya piala, piagam dan penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang diberikan kepada Karang Werda Rahayu Mulyo sebagai sang jawara dalam Lomba Karang Werda Tingkat Provinsi Jatim. Seperti diketahui pada Werda Rahayu Mulyo Desa Karangsono Kabupaten Blitar masuk 5 besar nominator dalam lomba tersebut. Tim penilai hadir di Karangsono pada Selasa, 12 April 2016. Berbagai kegiatan disuguhkan oleh anggota Karang Werda Rahayu Mulyo ini mulai simulasi pembuatan sirup aneka buah terutama buah belimbing dan jambu merah, juga seni budaya yang notabene semua diperagakan oleh anggota karang werda ini. Karena kreatif dan kompak dalam berbagai kegiatan, Karang Werda yang berdiri sejak 17 Pebruari 2014 ini mendapatkan penghargaan. Sehingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur berinisiatif untuk memperingati Hari Lanjut Usia Nasional (HALUN) Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2016 bertempat di Kanigoro Kabupaten Blitar, Sabtu, 28 Mei 2016.
Kegiatan tersebut akan diawali dengan Senam Tera Bersama pada pukul 06.30-07.00 WIB di Alun-alun Kabupaten Blitar (depanKantor Bupati Blitar di Kanigoro). Peserta senam ini para lansia. Kemudian dilanjutkan dengan pemecahan Rekor MURI makan Lempok belimbing dan pecel dengan peserta terbanyak (sekitar 5 ribu peserta). Pemecahan rekor MURI ini sebagai rangkaian kegiatan Blitar Agro Festival. Pembukaan Agro Festival Tahun 2016 ini akan dibuka sekitar pukul 09.00 WIB. Pembukaan akan dibuka secara langsung oleh Bupati Blitar dari panggung utama expo alun-alun Kabupaten Blitar. Sebelum dibuka secara resmi didahului dengan Ikrar Gerakan Beli dan Bela Blitar. Dilanjutkan dengan peninjauan stand pameran oleh Bupati Blitar. Untuk Minggu, 29 Mei 2016, rangkaian kegiatan antara lain meliputi lomba mewarnai tingkat PAUD, temu usaha petani dan pengusaha, lomba selfie, dan festival musik rebana (15 musik rebana) . Sedangkan pada hari Senin, 30 Mei 2016 diadakan karnaval agropolitan. Start lapangan Satreyan dan finish depan alun-alun Kabupaten Blitar. Pawai akan diikuti oleh siswa/siswi SD/SLTP se- Kecamatan Kanigoro dan Gapoktan Desa se- Kecamatan Kanigoro.
Selain itu juga akan digelar lomba olahan pangan, festival musik rebana (10 grup musik rebana). Sekitar pukul 21.00 WIB penutupan Agro Festival dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang sekaligus pagelaran wayang kulit.
Selain kegiatan tersebut, Kabupaten Blitar sebagai tempat digelarnya Pawai Budaya Jawa Timur (Jatim Night Carnival) mulai tanggal 29 sampai 30 Juli 2016. Kegiatan ini untuk ketiga kalinya digelar setelah Kabupaten Ngawi dan Kabupaten Banyuwangi. Pawai Budaya Jatim akan diikuti oleh seluruh Kabupaten/Kota di Jawa Timur. Kepala Disporbudpar, Luhur Sedjati mengungkapkan, tanggal 29 Juli 2016 pada pukul 19.00 WIB lomba desain menghias kendaraan, tanggal 30 Juli 2016 pukul 19.00 WIB pelaksanaan karnaval. Untuk start Lapangan Satreyan dan finish di Alun-alun Kantor Bupati Blitar di Kanigoro. Juga akan digelar atraksi seni/budaya yang menunjukkan ciri khas daerah masing-masing.
Kabupaten Blitar Siap Jadi Tuan Rumah PERTINAS V Tahun 2016
Kabupaten Blitar siap menjadi tuan rumah Perkemahan Tingkat Nasional (Pertinas) V Saka Bakti Husada Tahun 2016 yang akan digelar pada 17 sampai 23 Oktober 2016 di Bumi Perkemahan Serut Kabupaten Blitar. Kesiapan ini ditegaskan Bupati Blitar, H.Rijanto saat mempresentasikan kegiatan tersebut di Bumi Perkemahan Wiladatika Cibubur Jakarta, Selasa, 23 Februari.
Orang nomor satu di Kabupaten Blitar tersebut menjelaskan, Bumi Perkemahan Serut dengan luas sekitar 25 hektare memang sangat potensial digunakan sebagai lokasi perkemahan. Lokasinya terletak di area Bendungan Serut yang dikelola oleh PT.Pembangkit Jawa Bali, Perum Jasa Tirta dan Perum Perhutani. Bumi Perkemahan Serut juga masuk dalam 3 wilayah kecamatan yakni: Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Sutojayan dan Kecamatan Kademangan. Sarana dan prasarana di lokasi tersebut antara lain; adanya lapangan utama dan sarana penunjang kegiatan perkemahan, instlasi air dan listrik, sarana MCK sekitar 200 unit, lahan untuk pameran atau anjungan provinsi serta pasar rakyat. Selain itu juga terdapat taman wisata, home stay (rumah penduduk) di sekitar bumi perkemahan, dan terdapat banyak hotel, penginapan tepatnya di Kota Blitar yang jaraknya hanya sekitar 5 kilometer dari lokasi perkemahan atau sekitar 15 menit perjalanan dari Bumi Perkemahan Serut.
Rencananya, kegiatan yang akan berlangsung selama tujuh hari tersebut akan diikuti oleh sekitar 2500 peserta dari seluruh Indonesia, 11 negara ASEAN , dan dari Amerika Serikat serta Canada. Dalam kegiatan Pertinas V Saka Bakti Husada tersebut juga akan digelar pasar rakyat. Ini bertujuan untuk mengakomodir masyarakat yang ingin berjualan di sekitar lokasi serta sebagai sarana untuk mempromosikan produk unggulan Kabupaten Blitar.
Selaku Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar, H.Rijanto juga menyampaikan tentang potensi yang dimiliki Kwarcab Blitar dalam hal ini tersedianya kader Pramuka yang bertugas disetiap daerah terpencil untuk memantau jentik nyamuk demam berdarah. Harapannya, dapat menjadi model pelaksanaan pendampingan kegiatan tersebut.
Seperti diketahui, sesuai dengan Surat Ketua Kwartir Derah Gerakan Pramuka Jawa Timur tanggal 15 Oktober 2015 Nomor: 410/13.00.C perihal penunjukkan tempat PERTINAS Saka Bakti Husada Tahun 2016, Kabupaten Blitar ditujuk sebagai tuan rumah kegiatan itu. Kesiapan ini seperti tercantum dalam Surat Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Blitar kepada Kwarda Jatim tanggal 7 Desember 2015 Nomor: 217/13.05-C perihal kesiapan Kabupaten Blitar sebagai tempat penyelenggaraan PERTINAS Saka Bakti Husada Tahun 2016. Sementara terkait persetujuan permohonan ijin tempat kegiatan tersebut, dikuatkan dengan surat dari KPH Blitar tangal 30 Desember 2015 Nomor: 1331/001.6/Humas/Btr/Divre Jatim
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Blitar didampingi Wakil Bupati Blitar, Marhaenis dan beberapa Kepala SKPD seperti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Pendidikan, Plt. Kepala Bappeda, Kepala Bapemas, perwakilan dari Disporbudpar, dan dari Dinas Sosial dan Kepala Bagian Pemerintahan. Jumpa Pers yang dikemas dalam coffee morning bersama awak media ini juga diisi dengan sesi tanya jawab. Pertanyaan dari insan pers antara lain tentang langkah pemerintah Kabupaten Blitar dalam mengantisipasi penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual yang berujung pada pembunuhan. Selain itu tentang pengembangan pariwisata yang harus dikelola secara maksimal oleh Pemerintah Kabupaten Blitar, misalnya dengan dibangunnya Balai Budaya, apresiasi terhadap Desa Wisata atau Desa berprestasi dalam Desa Award. Ini sebagai pemacu Desa-desa supaya lebih berkembang.
Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, orang nomor satu di Kabupaten Blitar mengungkapkan, dalam pendidikan di sekolah sudah ditekankan pendidikan karakter. Berbagai kesempatan termasuk dalam belajar mengajar juga selalu diingatkan tentang bahaya narkoba maupun pelecehan seksual. Selama ini juga melibatkan Forum Kewaspadaan Dini (FKDM), untuk meminimalisir penyalahgunaan barang haram tersebut, bahkan isu kembalinya paham komunisme. Diharapkan Kabupaten Blitar tetap kondusif. Tentunya, peran media massa sangat diperlukan untuk mewujudkan hal ini. Pers harus bisa memberikan kontribusi melalui informasi faktual kepada masyarakat, agar masyarakat lebih peka terhadap kejadian di lingkungannya maupun secara umum yang terjadi di Kabupaten Blitar. Kejadian yang lalu adalah sejarah yang notabene sebagai pembelajaran bagi bangsa Indonesia untuk tetap teguh berpedoman pada Pancasila dan UUD 1945.
Sementara itu menanggapi terkait usulan media untuk memaksimalkan mengemas pariwisata di Kabupaten Blitar, Bupati Blitar ini menjelaskan, pengembangan desa wisata terus dilakukan bahkan harus bersih dari narkoba. Kedepan akan ada edaran Bupati terkait lokasi-lokasi wisata baik wisata sejarah, alam maupun budaya. Tujuannya, agar siswa di sekolah mengetahui obyek wisata di Kabupaten Blitar.(Humas)