Blitar – Kabupaten Blitar telah meraih  Swasti Saba Padapa (Pemantapan) pada Tahun 2014. Tahun ini, bertekad menuju Swasti Saba Wiwerda (Pembinaan). Pengembangan Kabupaten Blitar Sehat satu diantara bagian dari dinamika dan semangat baik bagi Pemerintah Daerah, lembaga legislatif dan komponen masyarakat (Forum Kabupaten Blitar Sehat) dalam jaminan kerjasama yang indah untuk mewujudkan kondisi Kabupaten Blitar Sehat. Untuk itu, meraih Kabupaten Sehat harus bekerja maksimal, bukan saja menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan namun semua stakeholders yang ada. Menciptakan Kabupaten Sehat juga harus dimulai dari keluarga yang sehat, desa dan kecamatan yang sehat. Hal ini mengemuka dalam Rapat Pembinaan Persiapan Verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Propinsi Jawa Timur, Senin 18 Juli 2016 di Agung Pendopo Ronggo Haninegoro.

Bupati Blitar, H.Rijanto mengungkapkan, Kabupaten Sehat merupakan proses dalam menciptakan dan meningkatkan kualitas fisik, sosial dan budaya dengan pengembangan potensi masyarakat. Sedangkan tujuan penyelenggaraan Kabupaten Sehat ini tercapainya kondisi Kabupaten yang bersih, nyaman, aman dan sehat untuk dihuni dan ditempati bagi warganya dengan melaksanakan program kesehatan dan lintas sektor terkait. Orang nomor satu di Kabupaten Blitar ini juga menjelaskan beberapa tahapan menuju Kabupaten Sehat antara lain; mensosialisasikan peraturan bersama Mendagri, Menkes tentang penyelenggaraan Kabupaten/Kota Sehat dan meningkatkan jejaring antar pelaku secara berjenjang, sinergis dan berkelanjutan. Bupati meminta,  Kabupaten Blitar bisa meraih predikat Kabupaten Sehat Swasti Saba Wiwerda. Motto,Visi dan Misi Kabupaten Sehat  yakni Sehat, Indah, Nyaman dan Pratriotik (SIMPATIK) harus benar-benar terwujud bukan sekedar slogan. Empat  tatanan Swasti Saba Wiwerda, yaitu kawasan permukiman sarana prasarana sehat, kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri, kawasan pariwisata sehat, serta ketahanan pangan dan gizi,  harus dipenuhi, sehingga Swasti Saba Wiwerda bisa diraih. Bupati Blitar juga mengingatkan, agar lomba Kabupaten Sehat maupun lomba dibidang yang lain bukan semata untuk meraih juara namun menjadikan kebiasaan, misalnya hidup bersih dan  sehat, tertib berlalu lintas melalui Wahana Tata Nugraha serta lingkungan yang rapi dan bersih melalui Adipura. Ditegaskan pula, agar tim monitoring memaksimalkan titik-titik pantau.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan, dr.Kuspardani memaparkan, menuju Swasti saba Wiwerda tersebut, Kabupaten Blitar menunjuk 14 kecmatan dengan 85 desa/keluraha antara lain, Kecamatan Wlingi meliputi Kelurahan Beru, tangkil, Kecamatan Sutojayan menunjuk Desa Bacem, Kelurahan Kalipang, Kecamatan Udanawu meliputi Desa Besuki, Ringinanom, Kecamatan Kademangan menuinjuk Desa Rejowinangun, Suruwadang, Kecamatan Nglegok dengan menunjuk Desa Penataran, Kecamatan Garum meliputi Kelurahan Bence, Sumberdiren, Kecamatan Sanankulon menunjuk Desa Bendowulung.

Tim Pembina sudah mulai melakukan sosialisasi tentang pengembangan Kabupaten Sehat di Hotel Puri Perdana. Juga melakukan koordinasi dengan SKPD terkait termasuk dengan Forum Kabupaten sehat. Untuk pembinaan Desa/Kelurahan tahap I dimulai tanggal 26-27 Juli 2016,tahap II 2-3 Agustus 2016. Tujuan pembinaan ini dalam rangka meningkatkan pemahaman kepada tim pendamping desa yang berjumlah sekitar 200 orang. Sementara Tim Pembina  terbagi menjadi tujuh tim yang terdiri dari SKPD terkait. Dalam kesempatan tersebut, dr.Kuspardani mengingatkan, bahwa setiap rumah harus mempunyai pemantau jentik. Sehingga mudah pelaporannya, penanganannya, sehingga lingkungan benar-benar bersih dan sehat. Mengingat verifikasi Kabupaten Sehat Tingkat Propinsi Jawa Timur syaratnya  semua Desa atau Kecamatan harus bersih, sehat, ODF atau bebas buang air besar di ruang terbuka. Sekedar mengingatkan, Tahun 2014, Kabupaten Blitar telah menunjuk 8 Kecamatan dengan 55 Desa/Kelurahan dalam Swasti Saba Padapa.(Humas)

Skip to content