Blitar – Ujian nasional perbaikan yang dilakukan agar siswa bisa memperbaiki nilainya justru kurang diminati. Data yang dimiliki oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, ada sekitar 300 lebih siswa yang terdaftar masuk Ujian perbaikan namun hanya 56 siswa yang terdiri dari 19 siswa dari SMK dan 37 siswa SMA saja yang mendaftarkan diri dan itupun tidak semuanya bisa hadir. Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar melalui Kepala Bidang Penangan Mutu Pendidikan Lanjutan Suhartono mengatakan, mekanisme Ujian perbaikan dilakukan dengan sistem online yang sangat memudahkan peserta. Ia memperkirakan rendahnya kehadiran peserta bisa saja diakibatkan jadwal yang berbenturan dengan agenda lain. (RIZ-Dishubkominfo)

Skip to content