Peristiwa Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid di Garut, Pemkab Blitar, MUI, dan Ormas Islam Mengadakan Deklarasi dan Ikrar Damai

Peristiwa Pembakaran Bendera Bertuliskan Tauhid di Garut, Pemkab Blitar, MUI, dan Ormas Islam Mengadakan Deklarasi dan Ikrar Damai.Blitar – Deklarasi dan Ikrar damai di gelar oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Blitar pada Kamis (25/10), deklarasi damai itu menyangkut kejadian di Kabupaten Garut, dalam aksi Ikrar Damai tersebut di hadiri oleh seluruh Jajaran Forpimda Kab.Kota Blitar, Ketua MUI, FKUB, dan beberapa Ormas dan Pemuda juga wartawan, deklarasi yang di mulai pukul.14.00 wib,atas kejadian kasus di wilayah Kabupaten Garut, Bupati Blitar mengajak masyarakat untuk senantiasi menjaga situasi yang aman, damai dan kondusif di Kabupaten Blitar. Lebih jauh Bupati Blitar menyampaikan meminta masyrakat tidak usah ikut – ikutan terpancing, apa lagi banyaknya informasi yang beredar tanpa terkendali di beberapa media sosial, dan yang terpenting jangan terpancing dengan berita Hoax atau informasi bohong yang bersifat provokator.
Bupati Blitar sebagai pembicaara tunggal dalam deklarasi tersebut, mengharapkan seluruh elemen ormas dan khususnya para pemuda – pemuda sebagai penerus bangsa, jangan terpancing adanya isu – isu yang tidak bertanggung jawab, karena semuanya sudah di tangani oleh aparat hukum yang berwenang. Bupati berkeyakinan bahwa masyarakat Kabupaten Blitar selalu menjaga kerukunan juga seluruh elemen masyarakat sampai ormas maupun organisasi kepemudaan yang ada , apa lagi kita dalam waktu dekat akan punya hajat besar tahun 2019 yaitu pemilihan presiden dan anggota legislatif, maka rasa aman dan persatuan, kerukunan selalu kita ke depankan dan terus di jaga.
Dalam deklarasi yang di hadiri belasan tokoh agama dan masyarakat serta pimpinan ormas dan kepemudaan bertekad, menyuarakan satu kata, bahwa Kabupaten Blitar harus aman, damai, dan kondusif, saling menjaga kerukunan. Ketua FKUB Kabupaten Blitar, KH.Agus Muadzin, menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Blitar di harapkan bisa menahan diri dan menjaga kondosifitas wilayah Kabupaten Blitar. Ketua FKUB mengajak masyarakat untuk selalu menjadi garda terdepan dalam keamanan di kabupaten blitar, mari terus kita pertahankan kedamaian yang sudah terjaga ini, jangan mudah terprofokasi dengan isu yang tidak bertanggung jawab, demikian keterangannya kepada wartawan.
Sebelum penandatanganan sikap Ikrar dan Deklarasi Damai oleh Bupati dan jajaran Forpimda Kabupaten/Kota Blitar dan peserta kesepakatan Ikrar damai, termasuk organisasi wartawan dalam hal ini PWI, Bupati Blitar Rijanto membacakan empat poin sikap sebagai berikut: 1.Bahwa Kejadian di Kabupaten Garut, adalah insiden yang kita sayangkan, dan penyelesaiannya di serahkan kepada penegak hukum, 2.Agar masyarakat kabupaten blitar bisa menahan diri dan menjaga kondusifitas wilayah, 3.Agar seluruh masyarakat, turut menjaga dan memelihara situasi Kamtibmas yang aman,damai dan sejuk dengan sikap saling menghargai dan menjaga toleransi.4. Menghimbau kepada semua pihak termasuk media masa untuk bersama – sama  menjaga situasi yang kondusif dengan memberikan informasi yang benar, dan menyejukkan kepada masyarakat.
Usai menandatangani kesepakatan ikrar damai, Bupati dan Jajaran Forpimda Kab/Kota Blitar foto bersama dengan seluruh peserta Ikrar Damai, dengan tema kesepakatan damai, aman dan Kondusif terus berkesinambungan di Kabupaten Blitar.(diskominfo)

Skip to content