Pemkab.Blitar Gelar Fogging

Pemkab.Blitar gelar foggingPemerintah Kabupaten Blitar mulai melakukan fogging karena  sudah 5 anak meninggal di Kabupaten Blitar karena kasus demam berdarah. Harapannya, masyarakat menjaga pola hidup bersih, sehat sehingga tidak ada lagi korban karena DBD. Hal ini disampaikan oleh Wakil Bupati Blitar, Marhaenis, usai mendampingi petugas fogging di Jatitengah, Kecamatan Selopuro, Selasa (12/2/2019).

Orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini juga menyampaikan rasa prihatin karena kasus DBD tahun ini mencapai 354 anak dan meninggal 5 anak. Untuk meminimalisir korban DBD, dinas terkait, stakeholders dan masyarakat harus bersama-sama melakukan gerakan hidup bersih, Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan melakukan 3 M yakni menguras, mengubur dan menutup.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Pemkab Blitar, Eko Wahyudi menyampaikan, tahun ini fogging dimulai dari Desa Jatitengah dan Tegalrejo. Di Jatitengah ada 4 orang yang terindikasi DB, dan fogging yang dilakukan radius 200 meter dari rumah warga yang terkena DB tersebut. Dia juga menegaskan, gerakan PSN telah rutin dilakukan setiap hari Jumat di masing-masing kecamatan.  Peran serta masyarakat sangat menentukan dalam penanganan DB. Sedangkan 3M Plus ialah segala bentuk kegiatan pencegahan. Seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Diantaranya, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk atau menggunakan kelambu saat tidur. Untuk diketahui, wabah DB ini tidak lepas dari tingginya populasi nyamuk aedes aegypti. Nyamuk berkembang biak di genangan air. Sehingga Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN), harus menjadi kesadaran bagi setiap orang. (Humas)

Skip to content