BLITAR KAB – Bupati Blitar Hj. Rini Syarifah membuka Seminar Peningkatan Profesionalisme Penyuluh Pertanian Kabupaten Blitar Melalui Transformasi Sistem Penyuluhan Pertanian di Era Teknologi Informasi Komunikasi yang diselenggarakan di Gedung Serbaguna Pemkab lama, Selasa (12/7/2022).
Kegiatan ini diinisiasi oleh Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia (Perhiptani) Kabupaten Blitar dengan mengangkat topik yang sedang tranding saat ini, yakni Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak dan teknologi alternatif mengatasi penggunaan pupuk kimia.
Mak Rini dalam sambutannya mengatakan, adanya kasus PMK bukan saja penyedia jasa daging yang merugi namun petani juga terkena dampaknya. Selain itu, yang menjadi perhatian juga adalah kekurangan pupuk bersubsidi, karena sangat berpengaruh terhadap produksi dan ketersediaan pangan di Kabupaten Blitar.
“Dengan melihat dua permasalahan tersebut, saya berharap seminar ini bisa memberikan solusi khususnya untuk petani. Setelah seminar ini, saya minta bapak/ibu penyuluh bisa menyampaikan informasi ini kepada seluruh petani agar mereka bisa mendapatkan solusi. Dan tolong dampingi terus mereka karena kita mempunyai kewajiban untuk melakukan pemberdayaan petani dalam rangka pengembangan pertanian di wilayah kita ini,” paparnya.
Sementara, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Blitar telah mendorong pemberdayaan petani guna menciptakan inovasi dalam pengembangan pertanian. Salah satu inovasi yang sedang di kaji saat ini adalah teknologi pembuatan elisitor biosaka sebagai alternatif untuk mengurangi penggunaan pupuk kimia. Dengan elisitor ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia sampai dengan 60%.
“Saya kembali berpesan, bahwa sangat penting mengajak generasi muda terjun dan menekuni usaha pertanian, sehingga cita-cita menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia tahun 2045 benar-benar bisa terwujud,” kata Mak Rini diakhir sambutannya.