SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN BLITAR BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL Jl. Sudanco Supriyadi No. 17 Telp. (0342) 808061 B L I T A R PERS RELEASE Nomor : 489/ /409.018/ 2013 Formula Serangan Hama Wereng, Wabup Tekankan Sapta Usaha Tani [pdf-embedder url="http://ppid.blitarkab.go.id/wp-content/uploads/2013/08/hama-wereng.jpg">![]()
Hasil panen padi petani di beberapa wilayah di Kabupaten Blitar kali ini kurang memuaskan. Pasalnya, padi yang siap panen sekitar 200 ha diserang hama wereng. Itu artinya 1,6% dari seluruh luas wilayah pertanian atau 1.600 ha di Kabupaten Blitar terkena hama tersebut. Ini karena pengaruh mjusim penghujan yang cukup panjang. Solisi untuk mengatasi hal tersebut dengan aplikasi Sapta Usaha Tani. Ini mengemuka saat Temu Lapang/ Panen Uji Varietas Padi di Bajang Talun, Senin (19/8). Para petani yang tergabung dalam bebrapa Kelompok Tani antara lain, Marsudi Tani 4 dan 6 berkesmpatan memanen padi mereka seluas 2 Ha secara simbolis dengan Wakil Bupati Blitar, H. Rijanto. Dalam kegiatan itu, orang nomor dua di Kabupaten Blitar ini menegaskan, musim penghujan panjang memang mempengaruhi hasil produksi padi para petani. Selain itu memang ada serangan hama wereng disejumlah wilayah. Untuk itu, Wabup berpesan petani harus jeli memilih bibit atau viarietas padi setidaknya yang tahan terhadaps erangan hama. Yang terpenting lagi, Sapta Usaha Tani yang meliputi;Pengolahan tanah yang baik, pengairan /irigasi yang teratur, pemilihan bibit unggul, pemupukan, dan pemberantasan hama dan penyakit tanaman, pasca panen dan pemsaran. Jika ini benar-benar diterapkan oleh para petani Wabup optimis, hasil panen di Kabupaten Blitar akan semakin meningkat. Pasalnya, Kabupaten yang memiliki 22 kecamatan ini menjadi salah satu kabupaten di Jawa Timur yang ditargetkan mampu mneymbangs ekitar 5 jt ton bagi ketahanan pangan nasional. Wabup berharap para petani dan pihak-pihak terkait bisa mewujudkan hal tersebut. Sebelumnya, Dr. Didik Harnowo Kepala BPTP Jawa Timur dalam sambutannya mengaku optmis jika Kabupaten Blitar bisa memenuhi target tersebut. Pasalnya ppara petani di wilayah ini mulai cerdas memilih varietas padi. Ditempat yang sama, Sri Handayani, Panitia pelaksana kegiatan itu mengatakan, kegiatan ini merupakan satu diantara program Litbang pertanian Penciptaan teknik dan varietas unggul Berdaya saing. Penagwalan Inovasi petanian pada program startegis nasional/daerah. Tujuannya sebagai contoh dan arena pembelajaran bagi pengelolaan tanam padi pada Sekolag Lapang PTT (SL-PTT), mengoptimalkan varietas adaptif spesifik lokasi yang dapat meningkatkan produksi, serta menegtahi respon petani terhadap pengembangan VUB pada sawah. Lebih lanjut dikatakannya, kali ini Dinas Pertanian yang bekerjasama dengan BPTT jatim, BP4K/KKP yang dihadiri pula oleh pihak radio Pertanian Wonocolo Surabaya menegaskan, ada beberapa vaerietas yang diperkenalkan kepada petani anatara lain; Hipa Jatim 2, varietas Inpari 19, Inpari 18, Inpari 14 dan Inpari 10. Dikeluarkan di : B l i t a r
Kepala Bagian Humas dan Protokol JONI SETIAWAN, S.Sos, MSi Pembina NIP. 19690611 198809 1 001 Pada tanggal : 19 Agustus 2013