Mulai tahun 2013, MUI Kabupaten Blitar secara intensif melakukan pelatihan modin (pemandi jenazah) perempuan. Menurut Sekretaris MUI Kab. Blitar, Achmad Suudy, hal ini didasari oleh minimnya tenaga modin perempuan. Berdasarkan data MUI, dari 248 desa/kelurahan di Kab. Blitar, jika diprosentasekan hingga kini tercatat baru 10% jumlah tenaga modin perempuan. Suudy meyakini, alasan utama yang menjadi penyebab minimnya minat kaum perempuan menjadi modin karena takut. Padahal dalam ajaran Agama Islam telah ditegaskan, bahwa haram hukumnya bagi modin laki-laki untuk memandikan jenazah perempuan terkecuali dalam kondisi darurat.
Pelatihan modin perempuan ini menggandeng beberapa pihak, diantaranya muslimat NU dan beberapa ormas Islam. Pelatihan telah dilakukan di 11 kecamatan diantaranya Udanawu, Srengat, Wates, Sutojayan, Kademangan, Nglegok, Sanankulon, dan Talun. Setiap kali pelatihan, sedikitnya ada 75 kader muslimat yang diikutkan, dimana mereka diajarkan cara-cara memandikan jenazah perempuan sesuai ajaran Islam sekaligus dilatih mentalnya agar lebih berani berhadapan dengan jenazah. Dari hasil pelatihan tersebut, saat ini sudah ada beberapa kader yang mulai terjun langsung memandikan jenazah perempuan, meskipun masih didampingi modin laki-laki. (IM-Dishubkominfo)