Dengan mengendarai garuda Boeing 734 – 400, wapres Budiono bersama ibu Hera Boediono terbang dari Jakarta menuju lanud Abdurahman Saleh – Malang dan dilanjutkan kendaraan darat menuju Blitar, rombongan yang diikuti oleh Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Ediwan Prabowo dan wakapolda Jatim serta para tamu dari kepresidenan tiba di hotel Tugu kota Blitar tepat pukul 15.35 Wib, disambut Walikota Blitar Drs. Samanhudi Anwar SH, MM, Danrem 081 Kolonel Inf. Widodo Iryansyah serta Dandim 0808 Letkol Arm. Tejo Widhuro. Sabtu {26/04}
Dalam lawatannya ke kampung halamannya Wapres Prof. Dr. Budiono nyekar atau kirim do’a ke leluhurnya di TPU Swangsan, Karangmulyo dan Makam Bung Karno yang berada di daerah Kel. Bendogerit Kota Blitar, sekalian pulang kampung Wakil Budiono juga meresmikan pembangunan masjid Mustawan Kec. Nglegok yang telah dibangun sekitar 5 tahunan dengan menelan dana miliaran rupiah, memang untuk masjid setingkat kecamatan sangat mewah hasil dari pembangunanya maka juga tak berlebihan jika Wapres Budiono diminta oleh Pemda Blitar untuk meresmikannya, dalam serangkaian kegiatan lainnya Budiono juga ingin melihat lebih jauh penanganan kesehatan dan pendidikan, mulai dari pra sampai pasca erupsi gunung kelud Kabupaten Blitar, yang terjadi pada 13 Pebruari 2014.
Masalah kesehatan Informasi yang disampaikan oleh Bupati Blitar Herry Nugroho kepada Wapres diantaranya setelah dikeluarkannya status siaga level III tindakan Komandan Darurat Bencana yang dikomandani oleh Wabup Blitar Riyanto yaitu mengaktifkan 10 klaster diantaranya klaster kesehatan, transportasi, logistik, Pemulihan sarana dan prasarana fasilitas vital dsb.
Pasca erupsi tim Kesehatan siap sedia selama 24 jam di seluruh titik pengungsian dan selama tanggap darurat masyarakat yang sakit mendapat pelayanan kesehatan secara gratis yakni sejumlah 1.639 pengungsi yang mendapat pelayanan kesehatan karena memang mereka terserang beberapa penyakit seperti gatal2, demam, ispa dll.
Orang nomor dua di Indonesia yang asli wong Blitar ini, juga meninjau ke lokasi SDN Modangan 2 Kec. Nglegok yang terkena dari dampak letusan Gunung Kelud, mengenai pendidikan juga disampaikan bahwa saat erupsi semua personil masing2 posko pro aktif melakukan pendataan aset riil lembaga pendidikan yang terdampak. Pembelajaran meskipun tidak sesuai dengan jumlah jam belajar mengajar tetap dilakukan di lokasi pengungsian, seluruh kepala UPTD dikumpulkan dengan tujuan yaitu ikut pro aktif memberikan bantuan kepada para korban, baik materi maupun non materi seperti kebutuhan sehari – hari dan nasi bungkus, pembersihan dan pembenahan lokasi yang terkena dampak dari letusan Kelud juga dilakukan oleh TNI, Polri. Pemda dan Relawan.
Usai berkunjung ke Blitar, Wakil Presiden Prof. Dr. Budiono beserta istri dan rombongannya menuju ke Kec. Ngancar – Kediri untuk meninjau langsung ke Lokasi Gunung Kelud pasca erupsi. {her}